Anak adalah manusia kecil yg seperti kita juga mempunyai keinginan, perasaan dan pikiran… hanya belum bisa mengemasnya dengan benar pada saat mengungkapkannya. Melatih dan mengarahkan anak untuk menjadi independent akan membantu mereka menjadi diri mereka sendiri. Apabila kita sendiri selalu tergantung pada eksternal selalu menyalahkan situasi, menjadi tergantung pada anak2 dan tidak mempercayai anak2 maka jangan harap akan menghasilkan anak yg independent dan percaya diri
Kita tentunya ingin membimbing anak menjadi anak yang mempunyai kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Menurut dr. Mendhus anak yang mampu mengendalikan dirinya akan merasa puas terhadap dirinya, mereka belajar menilai diri mereka sendiri secara rasional, dengan dasar akal, budi, secara jujur dan memaafkan ini termasuk memaafkan kekurangannya… karena tidak ada manusia yang sempurna, tapi setiap anak mempunyai kelebihan masing2.
Mereka harus bisa kembali bangkit dari kegagalan dan memandang kegagalan sebagai kesempatan belajar…. Memahami keterbatasan/kelemahan mereka tanpa menganggap kelemahan tersebut akan meruntuhkan harga diri mereka. Untuk berhasil seperti ini anak ini perlu dididik dilingkungan kasih sayang dan penuh penerimaan.
- Kompetensi
Anak yang kompeten adalah anak yang mempunyai kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan lingkungan mereka. Berani berexplorasi sesuai batas intelektual dan fisik mereka. Mereka merasa nyaman melakukan usaha keras, berani mengambil resiko tanpa takut di tertawakan, dikritik atau dipermalukan bila mereka gagal. Mereka tidak perlu diselamatkan dari kesalahan mereka…artinya orang tuanya ga perlu repot2 membela mereka klo anak bikin salah, misalnya anak ini berantem sama temennya ya sebagai orang tua kita bukan membela tapi berusaha mengantar anak ke temannya dan mengarahkan mereka untuk berani saling memaafkan.
Kemampuan yg bersandar pada keputusan yg diambil sendiri.
Tugas kita sebagai orang tua adalah memberi informasi anak mengenai hal2 yang baik dan yang buruk, dan anaklah yang memilih his/ her own ending, bagaimana nantinya mereka yg decided sendiri. Biasanya anak nggak akan mau memilih yang ga baik, disinilah peran orang tua dalam pendekatan persuasif bukan pendekatan indoktrinasi karena itu sifatnya eksternal. Kemandirian ini akan membantu mereka menolak pengaruh external, disisi lain ketidak mampuan menolak pengaruh external itulah yg membuat anak nantinya menjadi orang yg tidak mantab dan tidak mandiri.
Karakter yg bermoral tinggi
Anak bebas membuat pilihan untuk alasan yg benar dan sesuai dg minat mereka sendiri , tidak ada hubungannya dengan perkiraan atau pengakuan orang lain. Akal budi akan mendukung pilihan itu sesuai dengan moral. Selain juga tugas orang tua harus memberi contoh moral yang baik itu yang bagaimana, using a good maner to them…dan menyatakan terimakasih klo mereka menggunakan good maner….dsb
Menjadi asset dalam kelompok
Anak tidak perlu patuh membabi buta pada kelompoknya , menyesuaikan diri atau menarik diri, mereka dapat menggunakan kemampuannya untuk mencari cara berkontribusi dan menjadi asset bagi kelompoknya dengan menolong kelompok dan merasa bersatu dengan kelompoknya. Dengan perasaan yg kuat terhadap tujuan dan keunikan mereka tidak harus selalu menyenangkan kelompoknya dan setia untuk meningkatkan harga diri, dapat secara obyektif memilih kelompok mereka.
Ringkasan dari buku tulisan : Dr. Elisa mendus








*PertamaX*
tapi kadang tradisi juga menjadi salah satu peran dalam mendidik anak
Mak, kok bahasane campur campur?
Ortuku, mendidik dengan memberi kebebasan, dan merasakan resiko hasil pilihan keputusan kita.
contone ngene Mak…
Aku pernah ngeyel gamau pake payung pas hujan2, meski udah dikasi tau bakal ga enak. dasar anak ngeyel, sama Ibuku dibiarin aja. Ealah…ternyata flu itu ndak enak…bis itu, tanpa disuruh, aku olwes make payung kalo jalan pas ujan, tentu aja, diluar jadwal hujan hujanan loh…
pernah juga, pas panas, aku nekad pake sweater…lagi2 sama ibuku dibiarkan aja, padahal temenq diomelin abis2an sampek diceples…
wealah…ternyata sumuk kalo panas panas pake sweater…
kok panjang ya komenku?
wah…brarti ortuku mbiyen wes nglaksanakne sing poin ke loro…
sek aseeek…
Buat anak jadi mandiri? Jangan dipuji2 terus, bisa manja ntar.. Pake sistem reward and punishment juga biar cepet dewasa..
walah, ni posting bikin saya melotot dan membacanya ampe berkali2. maklum, seorang bapak.
yg tdk dimengerti, cumen bagian bahasa planet itu aja bu Dok. apapun, trims utk menulis yg beginian.
ya betul tradisi berpengaruh tapi kita khan belajar meng combine tradisi dan modern lah supaya anak menjadi kaya
wis tak ganti bahasa planete, mesakno wing moco nduk, engko malih pengen pindah seko planet bumi, kok sajak kepenak men ndik planete dewe hahahaha
waduh memuji bukan bikin manja pak, menghargai apa yang sudah di buat dan memberi semangat tujuannya.
maaf ya pak, sudah kuperbaiki EYD maklum pak bilai bahasa Indonesia saya jelek, ya bahasa jawa juga parah, inggris apalagi akhire ya planet aja campur2 malah spt pelangi to hehehe
Nak nguno, pengin nyoba jadi anaknya bu Evy… he.
salah satu guru yang berperan penting dalam pembangunan diri seorang anak adalah lingkungan, faktor ini termasuk yang paling berpengaruh terhadap pengembangan diri seorang anak, bener khan bu dok
Bu Senyum…. bagaimana mengatasi home sick? Dari seorang anak yang berada dalam lingkungan keluarga dari kecil sampai jelang dewasa menjadi seorang anak dari samudra kehidupan.
Anaknya sih mandiri dalam kegiatan sehari-harinya?….
makasih atas infonya BU ( itung2 klo persiapan jadi ibu…he…he…)
aku masih harus melatih kesabaran….hufff
susahnyaaaa jadi orang tua yang baik dan benar buat anak2 kita
suwun infone
Yalah yang penting jangan sampai kita bosan dalam mendidik anak kita b coz of wat??? Karena yang salah orang tua juga pabila sang anak salah dalam pergaulannya!
Jadi pingin punya anak hiks hiks…
Yang terakhir itu, kalau cuma masuk dan menyesuaikan diri idalam kelompok sepertinya mudah tak perlu diajarkan. Tapi ngajari anak supaya bisa menarik diri dari kelompok, supaya tidak terbawa arus pergaulan sepertinya akan sangat sulit.
Kebanyakan abege kan menuhankan temen, temen kekiri ikut ke kiri, temen kejurang ikut juga. Mulai dari dandanan sampai pikiran semua kepengaruh banget sama temen.
*ingetkecildulu*
[...] Ibu matahari cinta dan Keluarga (Namanya sapa ya) Ibu Ma dan Keluarga Ibu Niez dan Keluarga Ibu Senyum dan Keluarga Ibu Sijono dan Keluarga Ibu venus dan Keluarga Ibu Xwoman dan [...]
reward n punishment itu salah satu metode yg baik
saat anak ‘berhasil’ sudah sepantasnya dapet hadiah
ga perlu yg mahal2 kok
sebaliknya saat anak ‘gagal’ layak dihukum
ga perlu pake cambuk ato dikurung di kamar mandi
misal dng pengandaian kl dia ‘berhasil’ akan dapet X
anak juga mesti diajarin untuk menghargai segala hal
misalnya waktu…
ada waktunya untuk main bersama kelompoknya
ada waktunya untuk makan
dan ada waktunya untuk belajar ato ngerjain tugas sekolah
gimana ngebujuknya?
ya balik lagi ke reward n punishment tadi
“kalo kamu udah selesai belajar/ ngerjain PR, kamu kan bisa main lagi sama temen2 kamu…”
yaa pinter2 orang tuanya cari akal juga sih
jng sampe kalah alasan, apalagi ortu yg blogger
kan dah sering diskusi
yg repot ya jadi ortunya blogger hehehe
dan selama ada komunikasi dua arah yg baik
dijamin ortu dan anak bisa saling mengerti
*sok tau neh*
gimana supaya anak berani bilang “tidak”
?
Pada prinsipnya setuju sama yang ditulis di atas. Tapi enek nomer 1 tapi nggak enek nomer-nomer selanjutnya? Apa masih bersambung?
Saya coba pahami pelan pelan..
[...] Read Full Post » [...]
saya cuma mau bagi-bagi kata-kata sakti. kata orang dari negeri china. “jika kita ingin tahu betapa sayangnya orang tua dengan anak, kita sendiri harus punya anak”