27 Mei 2006, layar CNN kami, lagi-lagi mengabarkan berita duka dari tanah air menggetarkan hati kami, air mata menitik memandangi Jogja yang luluh lantak di layar kaca, emails yang berhamburan di inbox-ku mengatakan… ”Pulang Vy… kita membutuhkan dokter bedah…”
Jogja berdarah 6000 lebih meninggal dunia, ribuan lainnya terluka parah… dan homeless, seperti waktu bencana tsunami air mataku banjir dan hatiku perih… bila bertemu teman bule yang mengatakan turut berduka cita. Ketika itu aku hanya kenal Momon yang selalu berbaik hati memberikan laporan pandangan mata dari Jogja melalui blog dan YM-nya (thanks ya Mon).
Tiga hari setelah gempa di Jogja aku dan keluarga berangkat menuju tanah air, lima hari setelah gempa kami baru sampai Jakarta, kutelpon teman di Jogja.. kabar baik, keadaan sudah mulai aman terkendali, luka2 sudah terjahit hanya pasien masih tidur diluar… OK…kalau begitu tangan-ku sudah tidak terlalu di perlukan lagi, tapi aku akan tetap berangkat ke Jogja… anak2ku dan sekalian sepupu mereka kubawa serta, aku ingin mereka belajar mengerti penderitaan orang lain serta berbagi…
Seminggu setelah bencana kami baru sampai di Jogja… betapa sedih melihat puing-puing berserakan di kota budaya yang indah itu… mereka masih tidur di tenda…cerita mengerikan tentang peristiwa subuh berdarah itu, bumi terbelah, suara gemuruh, air muncrat, genteng melorot, dinding yang runtuh, orang2 yang berlarian, membuat kami bergidik.
Slide kenangan ini … meski kami tidak bisa membantu banyak, setidaknya kami ingin tersenyum bersamamu masyarakat Jogja yang ramah, please jangan menangis dan berduka lagi…
Bagaimana kabar Jogja sekarang? Semoga dana bantuan sudah dikucurkan oleh pemerintah, masyarakat sudah “healing” dari tragedi itu dan bergotong royong membangun rumahnya kembali… Amien…









terimakasih buat dokter Evy yg jauh2 pulang ke Indonesia. ternyata rasa solidaritas itu tdk ikut runtuh bersama gempa.
masih banyak yg tinggal di tenda bu..
tempat saya relawan dulu, terakhir saya kunjungi, masih banyak juga yg pake tenda, rumah2 baru udah banyak yg berdiri sih
kasian pokoknya…
Saya pikir, kita sudah tidak bisa menggantungkan harapan pada pemerintah lagi…
People power then…
Biarkan sesama kita saja yang saling bantu, daripada menghambakan diri pada pemerintahan yang sudah rusak payah ini…
Jogja, Indonesia, we love you, we’ll do something for you…
dana bantuan? hahaha…jangan tanya, dok. setauku kebanyakan nyangkut dimana-mana. yg nyampe ke korban cuma sisa-sisanya. diamput tenan kok!
Teringat, dua hari setelah gempa, kami menuju daerah Banguntapan. Herannya, tak ada satupun di antara mereka yang menangis, semuanya malah saling tertawa dan bersenda gurau. Waktu kami tanya, mengapa malah tertawa, bukannya menangis sedih? Jawaban mereka sederhana, lha apa perlu ditangisi, toh semuanya sudah nggak ada lagi, toh semuanya senasib seperti kami. Kalau bukan kami sendiri yang menghibur diri lalu siapa? Kalau bukan kami sendiri yang bangkit, adakah orang lain yang mampu membangunkan kami?
Hmm, setahun, seolah baru kemarin sore itu semua terjadi…
Pertanyaan besar? Knapa bencana terjadi beruntun d Indonesia…
What s wrong?
setuju ama mansup … *kok tumben aku setuju ama mansup ???*
jangan terlalu mengharapkan pemerintah, mereka kan lagi “sibuk” atau apalah … berarti saatnya people power …
… do what you can to do something …
@mahendra,
kok bisa2nya keputusan Tuhan dipertanyakan ?
Agree with you, sir…
Hirarki wewenang dan kekuasaan di negri ini telah mencemari sikap peduli kita kepada sesama.
Berdasarkan pengalaman, bantuan memang gak usah lewat pemerintah, dan jangan berharap pada pemerintah.
Setahun yang lalu, saya dan teman-teman di Jakarta menyalurkan bantuan langsung ke tim dokter yang terjun langsung ke lokasi, jadi gak perlu pake biroktasi macem-macem n gak pake dikorupsi…
kbtulan saya ikut “merasakan” bencana gempa itu…
saya lagi liburan di sana..
sedih bgt karna ga nyangka dlm sepersekian detik kota yg dlu saya blg antik dan indah bs jadi puing2…
makasih ya mabak evy,wlpn udh jauh nan dsana, masih mau care dan concerns trhdp kita..
yukkk sm2 move forward dan membangun lagi apa yg sudah terlanjur runtuh,.,,,
@jurig
ya bisa…Tuhan ngga mungkin ngga punya alasan melakukan semua itu..
Umat Noah dkasih bncana karena makar, umat Luth krn homosek, umat jesus jadi kera karena cari ikan d hari sabath dsb..setiap hukuman selalu ada alasan..
Ya itu yang tak tanyakan, “kira2″ alasan Tuhan apa?
Kalo people power mnurutku kayaknya ngga ngefek deh…cm bikin capek aja…dah berapa kali indon people power?
sama aja man…
@Mahendra,
jadi Tuhan harus punya alesan kalo mau ngasih bencana ke manusia ???? … kan terserah Tuhan mau ngapa-ngapain … mau punya alesan apa ngga, itu kan hak Dia … knp kita harus mempertanyakan alasan-nya, apa hak kita ? …. kalo pemimpin kita ngasih hukuman ke kita, kita boleh tanya alesannya … tapi ini Tuhan oi …
people power itu maksudnya people yg langsung turun tangan … ngga nunggu pemerintah dulu … baca tuh komennya manusiasuper …
setiap apa yg terjadi adalah sebuah kebaikan,walo utk menerimanya kadang membuat sesak didada…tp yakin bahwa
Tuhan memberi bukan tanpa sebab,pasti ada rencana indah dibalik ini smua
btw,salut buat dr.Evy,yg nyempetin dtg ke tanah aer
#3
Kang Kombor dari dulu juga selalu ngomong begitu. Pemerintah itu tidak bisa mberesi masalahnya sendiri. Mana mungkin bisa mberesi masalah rakyat.
BTW, menurut lapuran, sekolah-sekolah di kawasan DIY yang kena gempa dah berhasil diperbaiki 100%. Beda sama kawasan Klaten yang belum sepenuhnya bisa diperbaiki.
rasanya seperti membaca tsunami lagi, dulu aku juga ada di aceh, moga jogja cepet pulih, aku percaya org2 yg peduli seperti dr. evy msh banyak..
aku sering baca nama kamu di blog venus, nyesel nggak mampir2, asli tulisanmu ok bgt.
salam kenal ya
Aceh sudah 2 tahun, diikuti Yogya yang baru hari ini memperingati 1 tahun terjadinya Gempa…
Sepertinya masa – masa kelam masih akan terus berlanjut.
Ketika semua orang seperti sudah melupakannya … ternyata masih ada yang begitu pedulinya, masih ada orang yang selalu mengingat detik-detik kepedihannya meski hanya lewat sebentuk kata2.
Ketika semua orang seperti sudah melupakannya… Tapi mengertilah, tidak bagi teman-teman yang tertimpa bencana, kehilangan keluarga, orang-orang yang dicintainya, harta bendanya…. pastinya semuanya akan berbekas sampai kapanpun juga.
amien
sampai saat ini masih ada saudara kita yang tidur di tempat yang kurang layak….karena rumah mereka yang rubuh belum juga selesai…. tapi aku bangga melihat mereka dengan keadaan seperti itu mereka masih bisa terseyum ceria…ikhlas dengan semua apa yang terjadi… mari kita dukung keceriaan mereka dengan senyum sehat kita
jangan salahkan pemerintah….. keterbatasan dana dan lain lain adalah tanggung jawab kita bersama untuk memebantu… tidak harus pemerintah tapi kita juga harus peduli sebagai satu bangsa
Turut berduka cita…. atas bencana alam di Indonesia…
Semoga karunia Allah tetap tercurah atas kita… amin
@jurig “jadi Tuhan harus punya alesan kalo mau ngasih bencana ke manusia ???? … kan terserah Tuhan mau ngapa-ngapain … mau punya alesan apa ngga, itu kan hak Dia … knp kita harus mempertanyakan alasan-nya, apa hak kita ? …”
Tuhan selalu punya alasan yang logis atas semua ketentuannya. Ngga mungkinlah dia kasih kita kaya gt tanpa ada alasannya. Tuhan tidak gila. Salah satu ciri gila adalah melakukan sesuatu tanpa alasan…Coba bayangkan orang gila kalo ngamuk…ngrusak khan. Kamu tanya alasannya ngga? Ngga perlu karena dia orang gila.
Jangan samakan bencana dari Tuhan sesuatu yang ngga perlu kita tanyakan alasannya…
Makanya kita manusia juga harus logis menangkap kehendak Tuhan melalui fenomena2 di alam ini. Manusia d suruh berpikir. Pasti ada sesuatu dengan bangsa ini…yang buat Tuhan punya kputusan kaya gt. Memang hak Dia untuk buat semua ini, tapi khan pasti Dia punya alasan….
@jurig “kalo pemimpin kita ngasih hukuman ke kita, kita boleh tanya alesannya … tapi ini Tuhan oi …”
Tuhan juga pemimpin, Dia kasih norma, aturan2 dsb melalui nabi. Pemimpin (yang adil) memberi hukuman jika yang dipimpin melakukan kesalahan/melanggar aturan. BEgitu juga Tuhan (Maha Adil). Lha itu yang kita harus cari knapa Tuhan beri hukuman.
@jurig:”people power itu maksudnya people yg langsung turun tangan … ngga nunggu pemerintah dulu … baca tuh komennya manusiasuper …
”
sepakat….
I was there…
*long weekend ini mo pulang ke Jogja*
[...] , islam Ketika bencana melanda Indonesia secara bertubi-tubi, apakah kita punya hak untuk mempertanyakan keputusan Tuhan ? … Apakah Tuhan harus mengutarakan sebabnya kepada kita ? … Kita tidak [...]
[...] “Ketika bencana melanda Indonesia secara bertubi-tubi, apakah kita punya hak untuk mempertanyakan keputusan Tuhan ? … Apakah Tuhan harus mengutarakan sebabnya kepada kita ? … Kita tidak punya [...]
@jurig
http://mahendra025.wordpress.com/2007/05/29/apakah-hak-kita/
yaa semoga senyummu membekas di sana…
@jurig,mahendra
Ssst…Maaf,jangan bertengkar di rumah orang, malu-maluin saja ..
bertengkar di rumah sendiri kenapa??
@junthit
done…