Yang Kami Hormati Bapak Presiden Republik Indonesia
Mohon maaf bila kami sudah tak dapat tersenyum lagi, hati kami sakit luar biasaaa… kami tahu kita harus positif dalam melakukan suatu perubahan. Akan tetapi sudah terlalu banyak kebohongan selama ini masihkah kita bisa berharap? 37 Praja yang meninggal itu tidak pernah terbuka sebelumnya, yang kami tahu hanya Ery, Wahyu dan Cliff. Para pelakunya bahkan tetap bekerja menjadi pamong2 rakyat. Belum lagi praja dari kabupaten Pasir (Kaltim) Abdul Rahman yang sejak 1992 hilang di telan bumi dan tak pernah pulang.
Pak Presiden kami paham bila IPDN dibubarkan negara akan rugi dan 4000 muridnya mau dikemanakan? Pasti ada jalan keluar pak, mereka bisa melanjutkan belajar di Univeritas di mana kematian tidak menghadang mereka. Keaadaan ini bukan hal baru dan kematian praja2 bukan merupakan excused suatu produk gagal yang lemah dan memang layak di buang. Seperti hal-nya kita semua, mereka juga manusia, yang nyawanya tidak berhak dihilangkan begitu saja…
Kami mohon kebijakan dan ketegasan bapak dalam kasus IPDN, kami sampaikan dengan kesadaran dan rasa cinta yang mendalam kepada putra putri tulang punggung bangsa.
Hormat Kami
Rakyatmu yang Berduka








hm..semoga pak Presiden terketuk hatinya,,,
nyawa 37 praja digadaikan untuk sebuah kedisiplinan pejabat2 korup yang patuh kepada atasan.
satu saja sudah terlalu banyak pak apalagi 37,
stadium mereka sudah bukan stadium awal pak ini sudah mesti diangkat keakar-akarnya ( walah sok jadi dokter hehehehhe )
ikut berduka….
Pak Presiden SBY yang terhormat,
Kematian 1 orang praja di IPDN sudah sangat banyak bagi kami. Apalagi faktanya sudah lebih dari 1 praja yang mati sia-sia di tangan praja-praja senior yang haus darah itu.
Penggantian Rektor dan nama dari STPDN menjadi IPDN juga tidak cukup untuk menghentikan kekerasan yang telah melembaga di IPDN. Segala sesuatau yang telah melembaga tentu tidak dapat diperbaiki dengan tetap mempertahankan lembaga tersebut.
Kami tidak menuntuk berdasarkan emosi melainkan pertimbangan yang rasional. Pemusatan pendidikan untuk calon pelayan rakyat di sebuah lembaga bernama IPDN atau apa pun namanya kalau nanti diganti lagi, sudah tidak layak untuk dilanjutkan. Terlalu banyak uang rakyat yang dikorbankan untuk mencetak pelayan-pelayan rakyat yang karena jiwa korsanya, akan membuat rakyat dikuasai oleh sebuah kekuatan maha dahsyat yang berasal dari alumni STPND/IPDN ini. Kekuatan maha dahsyat ini akan dapat membuat korupsi, kolusi dan nepotisme yang ingin dibersihkan dari muka bumi Indonesia menjadi sebuah usaha yang sia-sia. Kekuatan ikatan mereka akan merantai seluruh negeri, bukan dengan kekuatan positif melainkan kekuatan negatif yang dihasilkan dari sistem yang salah.
Gerakan Tutup Mulut yang dilaksanakan seluruh manusia di IPDN itu merupakan sebuah contoh kekuatan negatif yang dapat membahayakan kelangsungan ketatanegaraan. Bahkan seorang Wakil Presiden tidak dihargai oleh manusia-manusia yang berada di kampus itu.
Oleh karena itu, dengan penuh kesadaran dan pertimbangan rasional, saya Moh Arif Widarto menyampaikan tuntutan kepada Bapak Presiden agar IPDN dibubarkan.
Praja yang saat ini masih berada di kampus tersebut diberi kesempatan untuk menamatkan pendidikannya namun setelah terbukti mereka tidak pernah terlibat dalam kekerasan di IPDN. Praja yang pernah terlibat dalam tindak kekerasan saya tuntut untuk dipecat. Saya tidak ikhlas anggaran negara dihabiskan untuk mendidik calon pelayan saya yang adigang adigung dan adiguna, gemar mengumbar kekerasan yang dapat mengakibatkan nyawa melayang.
[...] negeri ini yang yang menyatakan tidak akan membubarkan IPDN. Tidak kah Bapak presiden mendengarkan suara-suara kami? Alasan apa lagi yang Bapak Presiden pakai untuk tetap mempertahankannya? Maaf Bapak presiden jika [...]
Bubarkan IPDN.
Keadilan di Indonesia bahkan ga bisa di bayar dengan 37 nyawa..
Saya sebenarnya lebih stuju IPDN dilakukan restrukturisasi total, plus ganti nama juga, dibubarkan boleh aj asal bisa menjamin nasib2 karyawan2 IPDN ..
Aku mau rekonstruksi IPDN sebagai lembaga pemasyarakatan
Saya cuma berdoa semoga Pak Presiden membaca blog mbak Evy ya minimal staf kepresidenan lah yang membacanya. Mari kita sama2 berdoa untuk teman2 praja yang telah meninggal agar kematian mereka tidak sia2.
Yah, kalo aku sih mendingan jadi sekolah yg gratisan aja. Kan masih banyak penduduk yg pengin belajar tapi terhambat karena masalah biaya.
Seharusnya pemerintah sadar, bahwa jika diteruskan, maka negara ini bakal dipimpin oleh orang yg bener2 ga punya hati nurani.
IPDN bukan hanya pemborosan uang (minimal APBD: setiap daerah yang memiliki praja di IPDN harus “menyetor” sejumlah biaya) tetapi juga pemborosan nyawa
Bung SBY paling rajin bikin tim, trus untuk apa? Lebih baik bubarkan saja karena kekerasan di IPDN berlangsung sistemik, pindahkan praja2 itu ke jurusan ilmu pemerintahan di universitas2 umum. Kekerasan telah merenggut masa depan adik saya. Baca cerita saya sekira dua atau tiga tahun lalu di http://asep1974.wordpress.com. Salam kenal
Setuju dengan komen diatas, lho koq tidak ada ruang utk. tanda tangan saya?!
Pak Presiden SBY yang terhormat,
Tidakkah hati anda terketuk melihat putra-putra bangsa ini terbujur kaku, yang kelak akan membesarkan negara yang bapak cintai ini?
Tidakkah hati anda terketuk mendengar jeritan putra-putra bangsa mengharap dan mengiba akan uluran tangan anda?
Tidak cukupkah jeritan dari suara hati kami yang “meminta” kepada anda, lindungilah kami putra-putra bangsa.
Jangan biarkan kami kehilangan nyawa dengan sia-sia
Berilah kami kesempatan untuk membesarkan nama negara yang kami cintai.
Apakah kemewahan sebuah IPDN lebih berharga di mata anda dibandingkan dengan nyawa kami?
Untuk membubarkan sebuah Institut Pendidikan bergengsi memang berat. Tapi, ATAS NAMA NYAWA PUTRA BANGSA!
Dengarkanlah kami sekali ini saja, sebelum akhirnya hanya rasa penyesalan yang setia menemani hari tua anda.
Salam hormat dari kami
Putra Bangsa yang Berduka
…
…
…
(gak bisa menulis komentar apa-apa lagi mengenai ini… sulit rasanya menerima kenyataan ini… seandainya… )
…
…
…
Bapak Presiden kita penakut sih
Ternyata selama ini Pancasila dilupakan begitu saja. Pantas saja Indonesia merana, lha para calon pemimpin bangsanya aja kaya gitu sih…
Bukan alasan rasional kenapa IPDN harus dibubarkan yang dibutuhkan Pak Presiden! Tetapi sebaliknya, alasan rasional apa yang bisa digunakan untuk mempertahankan IPDN???
Apa prestasi IPDN selama ini sehingga dia layak dipertahankan selain hanya catatan kekerasaan, penganiayaan, pembunuhan, arogansi, dan kedunguan???
[...] by erander Pernyataan-sikap by roffigrandiosa Ipdn-crime-market-news by asruldinazis Pak-presiden-bagaimana-dengan-37-praja-yang-meninggal-itu by senyum sehat Ipdninstitut-penganiayaan-dalam-negeri by duwex Soal-ipdnstpdn by pjvermonte [...]
sudah pakai tembusan ke semua anggota dewan belum bu?
Saya kok sekarang semakin faham kenapa masalah bangsa ini ga kunjung beres, banyak benalu2 pesimis dan apatis yang selalu menggerogoti cita2 mulia.
Oh..
Semoga akumulasi kekerasan ini isa berakhir dan ada tindakan nyata dari regulator untuk bisa mengakhirinya.
Premanisme dalam pendidikan, sebelah mana sih nilai edukasinya?
Presidenku nan peragu…
masihkah butuh kematian lain bagimu
Bila Paduka masih juga tak berani
berikan kami amanat dan kewenangan
kami gunakan akal dan hati nurani
membubarkan institusi para tiran
Presidenku nan peragu
Bagaimana bila Cliff dan Wahyu itu anak-anakmu?
if u smelllllllll, what the rock is cookin’. Jadi ingat WWE jamannya The Rock
Dalam duka dan pilu semoga kita bisa dewasa…
Prihatin dan sendu untuk praja IPDN dan yang tersakiti…
Semoga di hari nanti jadi lebih baik….
Dalam kedukaan dan emosi, marilah kita coba berpikir juga secara tenang.
Apakah IPDN-nya yang salah ataukah cara pendidikannya dan pemimpin-pemimpinnya? Dan mungkin juga mentalitas siswa-siswinya? Adakah gunanya IPDN bagi negara?
Bukankah lebih baik, kalau:
1. Kasus-kasus tersebut di atas diselesaikan secara hukum dengan tuntas dan yang bertanggung-jawab (termasuk para pemimpin dan staf pengajar yang tidak mampu/mau menghindarkan hal-hal tersebut) di pecat dan dihukum?
2. IPDN, sebagai sekolah yang seharusnya menghasilkan abdi-abdi negara yang baik, ditempatkan secara langsung di bawah pengawasan seorang anggota pimpinan negara? Mungkin presiden atau wakil presiden? Yang kemudian memantau secara langsung situasi di tempat (melalui sebuah komisi) dan melaksanakan kosekuensi-konsekuensinya dari hasil pantauan rutin ini (termasuk pemecatan atau mutasi dari siswa-siswi dan staf pengajar yang “nyeleneh”)?
3. Kurikulum pengajaran di tilik lagi dan kalau perlu diperbaiki?
4. Ditilik lagi kegunaan IPDN bagi negara? Dan kalau memang tidak ada gunanya yang tampak, maka baru dibubarkan?
Saya merasa pasti, bahwa kalau IPDN dibubarkan, tidak lama lagi akan dibentuk sebuah sekolah yang sama, yang mungkin hanya namanya berbeda (mungkin LPCANTKdybbmmkN=Lembaga Pendidikan Calon Abdi Negara Tanpa Kekerasan dan yang benar-benar mau mengabdi kepada Negara?).
Ini Indonesia? Atau: Indonesia ini?
paling2 presiden ngomong “kubur aja, masak disimpen sich?!”
pak presiden…. mulut orang IPDN dibuka dong… supaya kita sama2 mencari solusinya… jangan hanya orang luar menjustifikasi doang tru orang dalam hanya diam melindungi korsanya…
ini sekolahan ato camp konsentrasi sehhh???!!!
turut berduka… no other words anymore
Semoga 37 orang itu hanya wacana, kalau tidak…WADAUW!!!
Buka semua lembar kelam IPDN agar kita semua tahu…dan mari kita budayakan pendidikan tanpa kekerasan!
yeah …
baik saudara-saudara, semua curhat anda akan saya ………
*nyamar jadi SBY*
*sigh*
Kagak dihargai, nyawa manusia di negeri ini…
[...] menjabat nanti? Semua akan mereka korbankan demi kepentingan pribadi. Nah, kita jelas tak perlu pejabat yang pandai menutupi kebusukan seperti itu, kita perlu pejabat yang berani mati demi kepentingan [...]
presiden jg lg bingung… takut disiksa ma anak IPDN klo ngebubarin…
[...] yang mendukung pembubaran IPDN sebut saja wadehel, anto, Roffi, ck, cakmoki, deking (hehehe), bu evy, Agorsiloku, 49 (yang mengungkap keburukan IPDN dengan gaya satire-nya), Bang Fertob , AMD dll [...]
[...] mengenai pembubaran IPDN, dll diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang [...]
bapak PRESIDEEEEN….
aja kesuweeeeen…..
IPede..eeeeen..
dibubarkeeeeeen…(maksa deh)
[...] menjabat nanti? Semua akan mereka korbankan demi kepentingan pribadi. Nah, kita jelas tak perlu pejabat yang pandai menutupi kebusukan seperti itu, kita perlu pejabat yang berani mati demi kepentingan [...]
bubarin ipdn??
Hmm….
Biar bagaimanapun jg,, itu bkn solusi yg plg tepat buat nyelesai’n mslah ini..
Anggap aja setelah ipdn dibubarin,, masalah lsg kelar.. Masyarakat senang.. HORE!!!
Tapi emg nya bs semudah itu??
Mw dikemanain murid2 nya yg 4000 ekor itu??
Bkannya slama in jg,, ipdn udah ngukir banyak prestasi?? Bkn nya udah banyak manusia2 berhasil hasil dari IPDN?? Slain itu,, sadar gk, klo IPDN th slah 1 sekolah terbesar di iNDO INI??
Pembubaran bukanlah 1 ide yg plg tepat.. Masih banyak yg dapat kita lakuin buat nyeleain mslh ini..
Misalnya,, memasukkan mata2 dari pemerintah ke dalam ipdn spy bs ngawasin ipdn 24 jam sehari n ngelaporin kalo ada kejadian2 aneh di ipdn. tu kn jg slh 1 solusi…
Jd kwn2,, drpd kita hanya memberi kritik kpd pemerintah n ipdn spy ngebubarin ipdn,,
mendingan kita kasi solusi yg bijak n tepat spy ipdn bs tetap exist,, namun bs lbh baek…
Okey??
Hidup Indonesia!!
Siapa pun Presiden kita nanatinya,, saya harapakan dapat menindak lanjuti kekerasan yang terjadi dalam IPDN, Orang tua mana yang mau anaknya disiksa. Orang tua Memasukkan anaknya kesekolah pemerintah yang paling disegani, muali dari masuk untuk pantohir saja sudah susah, apalagi uang muka yang gak relatif sedikit. Tapi hasilnya anaknya hanya di siksa. Sepertinya Indonesia bukan negara kekerasan seperti para penjajahnya Jepang dan Belanda.
Tolong Pak Presiden Ditindak Lanjutin..