• Beranda
  • AKU
  • BAGI SENYUM
  • Cleft Care
  • SURVEY
  • DISCUSSION

SENYUM itu SEHAT

if u smile the world smile with u

Feeds:
Tulisan
Komentar

Surat Cinta untuk Generasi Muda

Maret 28, 2007 oleh Evy

Generasi muda yang kusayangi…

Aku melihat kalian saling gontok-gontokan, wadehel, antosalafy, AMD, Joe, Abdullah dll yg ga bisa kusebut satu2 disini. Tahukah kalian kalau sebenernya itulah yg diinginkan MEREKA, Indonesia dengan penduduk Islam terbesar di dunia ini hancuuurr… mereka ga mungkin menghancurkan dengan kekuatan mereka, tapi dengan politik adu domba… politik yang di pake Belanda hingga bisa nangkring di bumi Indonesia selama 350 th….

Silahkan terus2in berantem… ga usah kerja sama membangun bangsa, atau sharing ilmu pengetahuan kalian… ga usyyaaahhh buat apa toh yg di atas sana wakil2 kalian  juga ga perduli, malah asyiik sendiri mainan laptop sambil membuncitkan perutnya. 

Kalau kalian memang mau menghancurkan Indonesia dan sesama umat Islam silahkan terus2in…yang lain silahkan ngeploki kayak nonton bal2an abis itu ribut sendiri juga….bakar2an…

Biarkan mereka diluar sana tambah maju dan ngekek melihat kalian hujat menghujat dan akhirnya bunuh2an saling menghalalkan darah saudara-nya… padahal darah pitik aja haram, kalian pasti rela mati dan merasa jadi pahlawan karena telah membela agama dan menghancurkan muslim lain yang kalian hujat kafir…. padahal kalian cuman korban…

Please… sudahlah jangan mementingkan golongan dan WAKE UP.. negara ini butuh kalian generasi muda yang smart dan tangguh, jangan jadi rayap, kita ga punya harga diri lagi, jangan.. biarkan tetangga sebelah maupun para mafia ketawa melihat kebodohan kita… 

 

Aku yang menyangimu…

Ibu2x STW yang udah pernah jadi mahasiswa dan mengalami asin, manis, pahit dan sepetnya hidup hooeeek…. !!! 

Ditulis dalam The Miracles of Life | & Komentar

118 Tanggapan

  1. di/pada Maret 28, 2007 pada 5:52 pm helgeduelbek

    wah masak sih… sampai sejauh itu, ini khan blog, lebih baik digunakan lebih banyak untuk berbagi pengetahuan dan persahabatan, kalau diskusi sih semestinya diungkapkan dengan santun.
    Semoga segera bisa dimengerti.

    @Pak Urip
    Gataw pak sejauh mana … maklum dah sepuh kali aku pak…


  2. di/pada Maret 28, 2007 pada 6:40 pm ilham

    Wazzap mbak? Ibu, ibu2, tua dan diperalat? (Hmmmmmm), love u to mom, moms….

    Wis tak ganti Ilham, abis kamu teriaknya menggetarkan lagi….., love u to nak…
    Gini aja, boleh ngotot2an asal bayar… Lah ini gratisan :D Hehehehehehe…. Just think that not just the idea does matter, but also the motive, the method, even the execess, and….

    Yaah mending nyanyi bareng yuuuk…ama Ilham… peace…

    “Imagine there’s no Heaven
    It’s easy if you try
    No hell below us
    Above us only sky
    Imagine all the people
    Living for today

    Imagine there’s no countries
    It isn’t hard to do
    Nothing to kill or die for
    And no religion too
    Imagine all the people
    Living life in peace

    You may say that I’m a dreamer
    But I’m not the only one
    I hope someday you’ll join us
    And the world will be as one

    Imagine no possessions
    I wonder if you can
    No need for greed or hunger
    A brotherhood of man
    Imagine all the people
    Sharing all the world

    You may say that I’m a dreamer
    But I’m not the only one
    I hope someday you’ll join us
    And the world will live as one…”

    (John Lennon)


  3. di/pada Maret 28, 2007 pada 8:47 pm Arie

    Trim’s, semoga memang demikian adanya. Negara ini memang butuh orang-orang pinter kayak mbak Evi.

    @Pak Arie
    bukan aku pak… aku dah tuaa… dah bau tanah… mereka yg muda tulang punggung masa depan


  4. di/pada Maret 28, 2007 pada 9:13 pm junthit

    Berantem lewat blog walaupun nggak ada yang luka fisik tp pengaruhnya lebih parah dari itu..
    Bayangkan kalau ribuan umat mulai sakit hati,apa jadinya negara ini kalau ribuan berkembang jd jutaan…

    @Junthit
    Iya gawat, akhire org ga kenal bisa kena provokasi, yg seneng yg mau ngancurin Indonesia dan Islam


  5. di/pada Maret 28, 2007 pada 11:14 pm kakaceria :)

    huaaa mas joe, namamu kamu disebut. wah sekarang jadi astis di wordpress. padahal pas di kampus juga artis yaaaa….
    tapi itu kayaknya yang antosalafy dikrubut ma orang-orang itu dechhh.. yach moga moga mereka mau bekerja sama bangun indonesia..

    @kakaceria
    amiiin semoga bekerja sama bangun Indonesia aja… udah bubaar2 ga usah krubut2


  6. di/pada Maret 29, 2007 pada 12:15 am doeytea

    Merasa benar terhadap pendapat sendiri adalah sah-sah saja, namun mendebat pendapat orang tidak bisa dengan cara-cara yang kasar dan tidak sopan. Bukankah Rosul mengajarkan berdakwah dengan lemah lembut dan penuh hikmah? Semoga kita selalu mengedepankan persamaan daripada perbedaan.

    @Doeytea
    jaman sekarang berda’wahnya udah melenceng jauh dr jaman rasul ternyata pak…


  7. di/pada Maret 29, 2007 pada 12:36 am Lintang

    Waah bu evy…ternyata perhatian banget yah. Kmrn sempat baca tulisannya amd, jd prihatin banget. Wong rasulullah mengajarkan kpd kita utk berdakwah dg cara yg bener, yg santun, ga malah saling menghujat. Kalo dipikir2 memang itulah salah satu jalan utk menghancurkan bangsa ini. Sesama islam saling menghujat, saling nggembosi, trus kapan umat islam bisa bersatu? Mungkin kalo udah ada perang dlm bentuk nyata (Yahudi nyerang Indonesia), baru umat islam bisa bersatu.

    @Lintang
    Yahudi ga bakal pake cara begitu bisa kalah kepanasan di Indo, perlu amunisi banyak, biaya gede, paling murah ya cara spt ini…nduk, cah ayu…


  8. di/pada Maret 29, 2007 pada 12:58 am manusiasuper

    Aku cinta engkau juga bu… :D

    @ Thank’s Fadhil…love u too.. :)


  9. di/pada Maret 29, 2007 pada 1:36 am anung

    ibu jadi badan independennya aja..
    bikin konferensi..
    ;p

    @Anung
    saya ga mau jd apa2 sycuman mau jadi ibu aja


  10. di/pada Maret 29, 2007 pada 1:44 am Blog, Blogger, dan Angka : Hukum Klik 1 « Sains-Inreligion

    [...] menurut saya komprehensif betul untuk melihat titik pandang persoalan.  Himbauan “building the power” dari dokterku yang cantik menunjukkan ketulusan.  Buat yang pernah merasakan belajar di [...]


  11. di/pada Maret 29, 2007 pada 1:47 am agorsiloku

    Tidak akan ada pemenangnya kan?. So What gitu loh….

    @Pak Agor
    pemengnya yg nonton pak, itu contoh nya yg nyuruh pinjem senjata ke israel
    :(


  12. di/pada Maret 29, 2007 pada 3:21 am kangguru

    kembali seorang ibu terpanggil rasa keibuannya
    sedih bu ???

    @kangguru
    yaah begitulah pak…aku sedih banget liatnyaa


  13. di/pada Maret 29, 2007 pada 4:11 am ndarualqaz

    ????????, males saya buka blog yang isinya cuma gontok-gontokan….
    peace man peace…… indonesia katanya sudah peace kok masih banyak yang betengkar ya….

    @Ndarualqaz
    hi Ndaru apa kabar piye pulang kampunge? iya neeh lagi ada sedikit perbedaan pendapat biasalah


  14. di/pada Maret 29, 2007 pada 4:20 am antosalafy

    Sebaiknya Ibu Evy ini ngurusin gigi dan mulut saja, seperti membiasakan sikat gigi setiap hari, terbiasa menggunakan siwak, membiasakan wudlu, dll sehingga aman dari penyakit sariawan. Nggak perlu pindah jalur jadi hakim karena hakim tidak hanya pakai gigi dan mulut, tapi pakai ilmu. Peace…!

    @Antosalafy yang baik…
    Terimakasih atas kunjungan balik dan penolakan terhadap surat ini :( (hiks patah hati…), aku sudah berusaha menyampaikan hal2 yg Anto sarankan….kalau ga percaya silahkan tengok2 blog aku. Aku juga ga berniat menjadi hakim karena seperti katamu aku ga sekolah hakim dan ga punya ilmu. Aku disini hanya punya ilmu mencintai sebagai ibu yang prihatin, jadi aku tulis surat cinta untuk kalian semua… kalau surat cintaku ini menjengkelkan-mu dan membuatmu tidak nyaman ya aku minta maaf, ini hanya sebuah ketulusan dari hati nurani terdalam yang sangat prihatin… mudah2an ada yang paham… Semoga Allah SWT memberkahimu dan selalu menjagamu anak muda…, Amiin :(


  15. di/pada Maret 29, 2007 pada 4:41 am joerig

    lho— mas anto kok kayanya sinis sama bu Evy … jangan gitu dong mas, bu Evy kan cuma mengingatkan….

    >>>>>

    Islamofascism kayanya sedang merajalela disini, sadar atau tidak.

    kenapa harus ada yg Islamofascism ???? ….

    Bu Evy betul, kita harus bisa berpikiran terbuka, melihat suatu masalah dari semua sudut pandang, jadi kita bisa memilih sikap yg “ngga merugikan”….

    @Vita
    ya mungkin dia ga ngerti maksudku mbaak cantik


  16. di/pada Maret 29, 2007 pada 4:53 am wongcompong

    biarin aja lah bu,anggap aja mereka lagi meng-aktualisasi diri.kan kata freud…tu merupakan sebuah kebutuhan.ya mbok???
    mboook lah….

    @Wongcompong
    ya gpp emang kebutuhan tapi ya aku khan cuman saking sayangnya sm mereka… to mengingatkan


  17. di/pada Maret 29, 2007 pada 5:24 am venus

    emang masih ada yg berantem? waktu itu kayaknya udah mulai ’sepi’.

    @Venus
    yo kali lagi purnama iki…


  18. di/pada Maret 29, 2007 pada 5:41 am mei

    alah waktu aku mbuka link2 yang tersebut d atas..bahasanne ra ruh=)

    aku sih lebih senang menikmati hidup dengan tenang, damai…agamamu, agamaku bersatu…hidup indonesia tercintah

    @Mei
    membangun bersama ya mbak?


  19. di/pada Maret 29, 2007 pada 6:11 am newsblendr

    gue sih senang kalo kalian mempertengkarkan faham kalian sendiri. perang saja sekalian di sini biar mampus semua.

    kalian memang umat yang bodoh. jumlahnya banyak tapi semua bodoh. nggak heran kalo selamanya kalian akan tertinggal dari umat yang jumlahnya lebih sedikit dibanding kalian.

    kalian benar-benar umat jahiliah, tidak ada bedanya dibanding sebelum kedatangan rasul yang kalian cintai itu.

    jadi, silakan bertengkar sepuasnya wahai umat jahiliah. kami akan menonton kalian saling pukul, saling hina dan kalau perlu saling bunuh.

    kalau butuh senjata, israel siap bantu tuh. mereka punya nuklir juga untuk membunuh sodara kalian sendiri. setelah itu giliran kalian yang dibunuh yahudi.

    Selamat bertengkar….

    @Newsblender
    maaf pak, saya sebagai ibu ga rela mereka terluka sedikitpun, InsyaAllah dengan ijin Allah kita akan bersatu kok pak… mereka hanya berbeda pendapat… dan bakal damai.. Amiin


  20. di/pada Maret 29, 2007 pada 6:47 am cK

    aduh…jadi ikutan sedih kalau ngebacanya. tapi mbak evy tuh bener. buat apa perang kalau masih bisa diatasi. daripada saling menghancurkan mendingan kita berdamai. come on guys!


  21. di/pada Maret 29, 2007 pada 7:29 am wadehel

    bu, apa iya saya gontok2an? di posting terakhir saya hanya klarifikasi dan meminta versi yg benar menurut ustat pelaku penganjingan itu.
    @Wadehel sometimes.. gontok2an pake tulisan atau kata2 itu lebih tajam drpd gontok2 fisik … tulisan ini bakal dibaca meski kita sudah mati, tentunya wadehel nulis ga asal nulis tapi ada tujuan dong…wadehel mau anak cucu-mu nanti baca khan… kalau anak cucu-mu cukup cerdas buat memahami… kalau engga khan repot…wadehel musti mengantisipasi, karena ga semua orang di anugerahi kecerdasan spt kamu, jadi coba di combine deeh… aku juga suka ajaib pake judul ajaib dan ngemut jempol, tapi ku combine dg tulisan ttg Gigi dan Mulut, mudah2an anak cucuku cukup paham kelak… meski eyangnya sedikit ajaib tapi masih normal… hehehe I hope so…

    bu, mungkin bahasan soal itu menggerahkan, tp itu akan bikin orang melek, jadi tahu bahwa ada orang2 yg mendakwahkan perpecahan. para ortu bisa lebih waspada akan pendidikan n pergaulan anak2nya.

    @kalau ada yg mendakwah kan perpecahan ya usahakan mendakwahkan persatuan dong.., ga usah ngereken atau memerangi yg ajak perpecahan berarti kamu mendukung perpecahan juga dong namanya, apa bedanya klo gitu?

    bu, apakah ibu lebih suka kalau dakwah2 perpecahan itu didiamkan?

    Wadehel, suka atau tidak suka itu relatif… memangnya kita bisa apa? Wong ini blog bukan negara kita…, gratisan juga… Orang mau bilang nulis apa silahkan aja asal jangan saling menghina deh.., contoh aku dawah sikat gigi biar pada ga pada bau mulut, biar pada ga kena penyakit sistemik..maupun lokal…tapi ya belum tentu orang2 pada sikat gigi to, yang penting aku sudah menyampaikan cara menyikat gigi yang benar… halah ada hubungannya ga ya…?

    *ga login, hape jadul ribet*
    Yo wis pulang dulu ati2 di jalan :)


  22. di/pada Maret 29, 2007 pada 7:40 am joesatch

    ampun buuuu…
    ampun….
    saya cuma kangen masa2 tawuran jaman esema dulu itu aja…
    (yah, meskipun selalu di garis belakang)

    tapi ngeliat komennya mas antosalafy, sumpah, untuk kali ini saya pengen berada di garis depan (dengan berramai-ramai tapinya, hehehe). saya selalu nggak terima kalo ada makhluk berjudul laki-laki yang bicara kasar kepada wanita yang tidak bersalah. entah kenapa kok bisa gitu…tapi mungkin memang gara2 bakat casanova saja.
    ^_^

    @Joe
    hahahahaha rame2 casanova kok spt itu… dasar gombal kowe Joe :lol:


  23. di/pada Maret 29, 2007 pada 7:44 am Lita

    Mas Anto ini ada yang ngomong baik-baik kok malah dikasari, tho. Da’wah kan juga pakai hati mas, pakai empati. Ndak ujug-ujug nyewoti yang memberi nasihat.

    Aku juga ibu, aku juga bisa sedih. Tapi mungkin sedikit beda sedihnya dengan bu dokter, karena kali ini baca posting Wadehel pake senyum. Sambil ngebatin, “Kalian ini lagi ngapain, sih? Kok gak nyambung gini”.

    Gak papa deh, bu. Namanya juga lagi pada belajar. Mumpung ada media yang namanya blog, jadi semua bisa dicurahkan -semoga- sampai puas. Daripada pas ketemu langsung nabok hehehe…

    @Mbak Lita
    ya nggak pa pa mudah2an nantinya saling memahami :)


  24. di/pada Maret 29, 2007 pada 8:06 am venus

    bubaaaarrr bubaaaarrrrrrrrrrrr….ada tibuuuummmmmmm…!!!!!


  25. di/pada Maret 29, 2007 pada 8:20 am senja

    oalah ada yang berantem to….hiks hiks. kurang seru tuh berantemnya…..


  26. di/pada Maret 29, 2007 pada 8:56 am bayuleo

    iya tuh bu dokter …anak2 itu pada berantem mlulu … mendingan rame2 dengerin imagine nya john lenon ama ilham …damai.

    Ya nyanyi bareng yaa…


  27. di/pada Maret 29, 2007 pada 8:57 am antosalafy

    Buat Evy:
    Jazakallahu khair nasihat Ibu Evy.

    Buat Joerig:
    Nggak ada yg sewot tuh!

    Buat Joe:
    Kamuflase! Kalau nggak terima, mengapa engkau menyulitkan ibumu dengan tindak-tandukmu yang kurang terpuji? Bukankah ibumu yang paling utama yang harusnya engkau jaga perasaan dan kehormatannya. Dengan menjadi anak yang baik (nggak slengek-an), patuh (nggak ngecengin cewek yang bukan mahram di kantin karena nasihat ibu untuk belajar bukan untuk nongkrong dikantin-kantin), dan selalu mendoakan ibunya (dengan menjadi anak shaleh, taat agama, dan selalu sibuk dengan majelis taklim) berarti telah memberikan kebanggaan kepada sang ibunda. Allahu yahdikum

    Buat Lita:
    Nggak ada yg ngasari tuh! Perasaan nih! Kalau tampak kasar ya dimaafin.

    Nasihat dari seorang faqir di hadapan Rabbnya:
    Semuanya, mari belajar agama dari sumbernya Kitabullah wa Sunnah sesuai sesuai pemahaman salafush shaleh dengan bimbingan ulama ahlus sunnah salafiyun. Mari, kita sibukkan diri kita untuk belajar dan memahami apa itu tauhid dan lawannya syirik, belajar sunnah dan lawannya bid’ah. Kemudian mengamalkannya. Insya Allah kita akan bersatu di tali agama Allah. BUkan bersatu ala Bar-Bar, ramai-ramai memusuhi sunnah. Wallahul musta’an


  28. di/pada Maret 29, 2007 pada 9:42 am Raja Iblis

    haaaa …
    dah pada selesai berantemnya … ?
    duch … cepet amat …
    kiamat masih jauh … jangan takut …

    cerita tentang neraka dan surga kan cuma ada di kitab
    belon ada yg tahu pasti kondisi di sono …
    bagai membeli kucing dalam karung …

    wakakakakkaaaa …

    @Raib
    iiiih ribut aja… kucabut gigimu lho :D


  29. di/pada Maret 29, 2007 pada 10:01 am arul

    Wah seru juga komentar2 yang ada …… dan bu evy bijak banget…:)

    anyway…. seperti sy kemukakan di blognya ..mmm ….siapa lagi yang nulis “aku resah”…. ???

    yah memang blog ini memberikan kebebasan berkata2 ke masing-masing orang… dan dari “perang dingin” mereka2 itu saya rasa kita dapat belajar… apa yang dikendaki sama joe, wadehel, AMD, salafy coba kita cari permasalahan intinya….

    For example… misal ada masalah kalo memang salafy tau caranya atau dalil naqli atau aqlinya silahkan diberikan…
    saya rasa semua yang diturunkan Allah berupa Al Quran bisa dilogiskan… walaupun lama untuk memahami hal tersebut….

    Teman2… bisa saling memahami…. apa yg diributkan… apa pemikiran dan apa yg dikehendaki masing-masing orang….

    @Arul
    yang jelas mereka semua belajar dan membuka Al-Quran di banding kita2 ini yang nonton…mudah2an jadi tergerak untuk membuka kitab, amien…


  30. di/pada Maret 29, 2007 pada 10:03 am Biho

    yang sabar aja ya Bu dokter…
    yang penting kita telah menjalankan kewajiban saling mengingatkan dalam kebaikan :)

    @Biho
    hehehe iya aku sabar kok, u know laah… :)


  31. di/pada Maret 29, 2007 pada 10:12 am Mr. Geddoe

    Maaf kalau saya juga dihitung sebagai yang menyiramkan bensin ke api, Bu… :(

    Aduh, jadi gimana, ya, membaca post-nya Anto Salafy itu… Sudahlah, jadi capek…
    Damai-damai sajalah, ya… :(

    *geleng-geleng kepala*

    @Mr. Geddoe
    Awas kepalanya lepas… hehehe…. :)


  32. di/pada Maret 29, 2007 pada 10:12 am antosalafy

    Kalau Bu Evy (tentu yang saya tanya adalah seorang muslimah, bukan?) ini membaca tulisan-tulisan di blognya WdHell, kira-kira gimana perasaan bu evy? Lihat judul-judulnya: “Cara Menjauhkan Umat dari Kitab”, Bgmn Merokok scr Islami?”, “Rokok, S.., S…, dan S…”, “Cara Praktis Hent…. (isinya meratakan semua masjid)”, dll banyak sekali deh. Apa ibu Evy ini akan bilang, biarin aja. Toh dia ini yg akan mempertanggungjawabkan, begitu? Atau ibu Evy tetap keukeuh bilang, mari bersatu jangan gontok-gontokan. Yang nulis seram seperti itu biarin gak usah diusilin, musuh kita sama yaitu Belanda, begitu?

    @Alhamdulillah saya muslim.. mas Anto, perasaan saya juga agak kaget awalnya membaca judul2 wadehel yg ajaib, but dont judge from the first sight please.., contoh spt surat cinta-ku ini “apakah kalau saya bilang udah pada hujat2an dan bunuh2an sana…. itu artinya saya nyuruh kalian bener2 melakukannya”, please… bagaimana kita menerjemahkan suatu tulisan… ada yg bisa menulis gamblang dan bagus seperti mas Anto… ada yg gaya menulis seperti wadehel yg ajaib… cobalah kita saling memahami… (jangan artikan saya membela wadehel ya… tidak sama sekali dia juga sering saya jewer…). perbedaan sebenernya untuk memperkaya kita to… kita bisa diskusi dg baik dan mencari tolok ukur yg sama… bila tidak mau bersama dan semua merasa benar.. bagaimana mencapai kesepakatan to

    Ibu Evy yang bijaksana, orang tua saya, terutama ibunda saya tercinta selalu mewasiatkan dan selalu kasih wejangan kepada saya agar selalu memegang teguh agama, jadilah anak yang shaleh yang takut kepada Allah, dan jangan berbuat kesyirikan karena kesyirikan itu dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah. Kalau sekiranya ibunda saya tercinta mendapati anaknya melakukan kesalahan, baik ucapan maupun perbuatan, serta-merta ibunda saya langsung menegur dan menjelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan anaknya. Karena nurani seorang ibu adalah tidak rela anaknya terjerumus ke dalam kesesatan dan dosa. Umumnya, selalu hati orang tua ingin anaknya hidup selamat dunia-akhirat. Bagaimana dengan bu Evy? Sudahkah membuat teguran dan nasihat agar anak-anaknya tetap di jalan Islam? Barakallah fiikum

    @mas Anto yg budiman… dalam hal ini saya tidak menyoroti satu pihak, ajakan saya berlaku umum atau general… , bukan cuman kalian, musuh terbesar kalian mas Anto mungkin lebih paham ya… jadi aku cuman ajak kita saling dukung untuk membangun bangsa, negara dan agama, dalam hal ini habluminanas aku lebih tekankan, karena negara ini butuh kalian, untuk habluminallah tentunya bila tidak ada kesepakatan mari kembali pada Al-Quran dan hadist, tapi ga usah hujat menghujat… kalau ada yg belum paham dan ga sejalan, bukan berarti harus di vonis kafir atau sesat… khan mas Anto tahu hidayah itu hanya Allah yang membukakan, tugas kita hanya menyampaikan to?
    Kemudian, apa yang akan ibu Evy katakan ketika mendapati “anaknya” yang lain berkata: “Hai, Hell, itu tidak baik, dosa! Takutlah kepada Allah dan siksa-Nya kelak. Taubatlah dari kekeliruanmu menjual kata-kata tidak benar yang dibungkus dengan ayat yang ditafsirinya sendiri tanpa tahu apa makna dan ilmu tafsir Alquran. Hapuslah tulisan-tulisanmu yang jelek yang akan malah menjadi bumerang bagi dirimu sendiri di dunia dan akhirat kelak. Taubatlah sebelum ajalmu! karena Allah tidak akan menerima taubat setelah ajal!”…..dst. Kenyataannya, kata-kata “anak” tersebut ditujukan untuk menegur dan dalam rangka memberikan nasihat kepada saudaranya agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Ini kan bukti kasih sayang kepada saudaranya. Semoga Allah memberkahimu dan selalu menjagamu ibu Evy.

    @Ya kalau memang yg di maksudkan mas Anto spt itu gpp, berarti mas Anto sayang ya sm wadehel? Tuuuuh wadehel dengerin neeh kamu disayang… ayo pelukan udah sana damai aja and say you love each other and came on continue our live, perjalanan masih panjang anak muda… semoga Allah selalu membimbing kita semua, Amien…

    Ironis dan Kronis, bukan mendapat sambutan baik dan dukungan, justru malah cemoohan, dibilang kasar, dibilang sok suci, dibilang aliran sesat, dan lain banyak sekali. Ada juga yang bilang: kita harus bisa berpikiran terbuka, melihat suatu masalah dari semua sudut pandang, jadi kita bisa memilih sikap yg “ngga merugikan”…. padahal nggak tahu apa yang diucapkannya.
    @Sabaar… sabaar… ya… berda’wahlah dg sabar….

    Subhanallah, kita semua dalam keadaan merugi…merugi…dan merugi.
    “…kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS Al ‘Ashr: 3)

    Hanya Allah tabara wa ta’ala sajalah yang memberi taufik. Kita hanya menyampaikan.

    Mudah2an kita semua termasuk yang saling menasehati ya mas…Ya bener…sampaikanlah dengan sabar dan taqwa… GustiAllah tidak sare…

    Salam dari seorang faqir di hadapan Rabb Azza wa Jalla Yang Menggenggam nyawa setiap mahkluk,

    Abu Maulid Anto As-Salafy

    Waalaykum salam warahmatullah hiwabarakatuh (sambil tepuk2 punggung…kalian berdua anak2 baik yg jelas dua2nya buka Al-Quran…mungkin persepsi yg kurang ada kesepakan..)


  33. di/pada Maret 29, 2007 pada 10:29 am zaki

    (Insya Allah) kami balas surat dari Ibu dengan bukti nyata, melampaui kata-kata.

    Tertanda.
    Anak Muda.
    @Zaki
    Alhamdulillah masih ada anak muda yg mau mendengarkan, trimakasih Zaki
    Semoga Allah selalu mengabulkan doa dan cita2mu berbaktilah pada bangsa negara dan agama… :)
    sok tua aku yo Zak? hehehe…


  34. di/pada Maret 29, 2007 pada 10:35 am joesatch

    kalo saya jadi bapaknya, saya bakal memuji anak saya cerdas banget. jago membuat tulisan satire :D orang2 yang nggak bisa memahami kalimat satire, artinya belum secerdas anak saya

    @Joe
    lha sapa sing nawari kamu jd bapake Joe…? Tak slentik kamu… sini… :)


  35. di/pada Maret 29, 2007 pada 10:45 am joesatch

    buat mas antosalafy:::
    pada kenyataannya ibu saya bangga sama saya, kok. bahkan rela ngabisin duitnya buat anaknya kuliah di ilkomp ugm, meskipun tau kalo nyekolahin anaknya di situ bakal jatuh miskin gara2 tabungannya kesedot terus :D
    kamuflase atau tidak, biar ibu saya yang menilai :P


  36. di/pada Maret 29, 2007 pada 11:03 am alief

    Ya Allah tunjukkanlah bahwa yang benar itu memang benar dan mudahkan aku untuk mengikutinya.
    Dan tunjukkanlah bahwa yang salah itu memang salah dan mudahkan aku untuk menjauhinya.
    Amin.

    @Alief
    Amiiin ya robbal alamin


  37. di/pada Maret 29, 2007 pada 11:07 am agorsiloku

    Bagaimanapun topik ini benar-benar mengajak kita berpikir kembali tentang peran masing-masing. Sungguh, sebuah nilai yang berharga untuk direnungkan, disikapi, dan diarifi….

    @Pak Agor
    Ya pak, bapak bisa membahas dengan arif dan bijaksana… peran saya cuman jadi ibu kali ini :)


  38. di/pada Maret 29, 2007 pada 11:34 am Amd

    Buat Ibu Evy, terima kasih banyak telah mengapresiasi keresahan saya. Sekarang terbukti kan siapa yang begitu meresahkan itu?

    @AMD
    ehmmm… siapa aku kali yg meresahkan… ya? jadi bingung kok malah ribut kabeh padahal sudah di ingatin… di suratku


  39. di/pada Maret 29, 2007 pada 12:05 pm telmark

    anu Bu…. apa adu domba termasuk jg menjauhkan atau menggiring rakyatnya supaya tdk mempercayai para wakilnya sendiri, dgn byknya tulisan (termasuk blog) di berbagai media ? termasuk laptop mainan para wakil sambil membuncitkan perut, yg Ibu tuliskan ? (agar beritanya terus memanas, atau menekankan masa, bahwa kita hanya sendirian, tanpa didukung para wakilnya ?) mohon ampun Bu.. sebaiknya memupuk rasa persatuan itu dimulai dari diri kita sendiri. dan persatuan yg kuat adalah semuanya bersatu. (wakil, rakyat, executife, termasuk jg semua Agama yg ada di Indonesia). bagaimanapun ajakan yg bagus, dari seorang Dokter.

    @Telmark
    ehhmmm terjemahan-nya gitu yaa? Gimana kalau di terjemahkan gini, anak2 baik jangan berantem dong… kita bangun negara bareng2, bapak ibu yg di DPR juga jangan beli laptop yuuuk kita bareng2 bagun bangsa ini, inget sama yg kelaparan beras mahal, sekolah mahal….yuuk saling bahu membahu… gimana menurutmu?


  40. di/pada Maret 29, 2007 pada 12:16 pm antobilang

    ehmm…
    anu bu evy…
    saya antobilang…
    apa saya ganti nama aja ya, nanti dikira satu golongan sama si itu tuh..

    wakakaka…

    *kabuuuur, balik lagi ngurusin banner,banyak PR nih*

    @Antobil
    kamu itu malah bikin banner ada rame2 cari kesempatan dodolan… hehehe…


  41. di/pada Maret 29, 2007 pada 12:35 pm Heri Heryadi

    Baru tau ibu dokter nulis seperti ini > Udah profilnya asli, ada fotonya lagi, ada alamatnya. Ga takut bu di datengi ama yg disebut namanya ituh yg sebagiannya merahasiakan siapa mereka sebenarnya.
    Overall Dukung ibu lah..

    @Heri heryadi
    Hahaha kenapa takut ndak ada niat buruk, datengin ya tak suruh duduk trus… suguhi… jajan to… ?


  42. di/pada Maret 29, 2007 pada 12:35 pm Fadillah Soraya

    Mas Antosalafy yang luas ilmunya,

    Kalo ibu Anda mengingatkan dengan kata-kata yang penuh kasih sayang, apakah pantas Anda menjawab : “sebaiknya ibu ngurusin dapur sama rumah saja.. dst..“?

    Saya hanya jadi sedih baca jawaban Anda di #comment 14 utk Ibu yang sudah menulis surat penuh cinta utk Anda.. :(


  43. di/pada Maret 29, 2007 pada 1:41 pm rajaiblis

    @Fadillah Soraya
    luasnya ilmu harus dibarengi dengan perbuatan !
    bila ilmu yg luas namun tak cocok dg perbuatan …
    harusnya ibu sudah bisa “menilai” !

    wakakkakakaa …


  44. di/pada Maret 29, 2007 pada 1:49 pm Lempar Trackback, Sembunyi Tangan « a n t o b i l a n g

    [...] wordpress dan sekitarnya? kalau belum, memangnya kemana aje lo? bisa di tengok di sini, sini, dan sini. Adapun biang kerok pemicu-ledak-nya ada di sini dan [...]


  45. di/pada Maret 29, 2007 pada 1:58 pm Lita

    @ Antosalafy:
    Saya tidak menyesal mengatakan anda kasar. Nyatanya anda memang cukup kasar dengan menyuruh bu Evy untuk hanya mengurusi gigi dan mulut. Apakah itu cara anda menasihati orang lain? “Hai Muhammad, urusi saja keluargamu dan biarkan kami!”. Sounds familiar?

    Tidak ada yang ironi dengan sambutan blogger di sini. Mas Anto, manakah yang kemungkinannya lebih didengar? Kata-kata yang lemah lembut atau yang sinis menghina? Dan jangan coba-coba merujuk ke Wadehel. Dia ngomong bagaimana itu kan urusan dia. Apakah anda menjadikan dia sebagai contoh? Mana junjungan anda yang anda banggakan sebagai panutan?

    Dan kalau anda pikir bahwa kata-kata anda kasar itu hanya perasaan saya, sungguh anda perlu mengasah kembali kepekaan perasaan anda. Separuh penduduk dunia adalah perempuan, jika alasan anda adalah perempuan terlalu mengambil hati atas apa yang anda katakan.
    Demi status anda sebagai da’i. Setiap diri adalah da’i sebelum segala sesuatu. Tidakkah demikian?

    Dan jika anda pikir bahwa saya mengatakan ini karena saya setuju dengan Wadehel, anda perlu berpikir ulang. Tidak perlu setuju atau tidak setuju untuk bersikap obyektif.


  46. di/pada Maret 29, 2007 pada 2:00 pm pramur

    Numpang nimbrung nih Bu…
    Kadang-kadang kesel juga sama tukang salef Bu. Cara bicara sih seperti Presiden kecil, berwibawa dan meyakinkan. Kalau perlu diboncengi dengan kata-kata indah nan menjanjikan. Cuma tidak jarang, tukang-tukang salef tersebut memiliki tujuan terselubung: menginginkan “produknya” sering disebut-sebut, sehingga terkenal dan banyak yang beli. Celakanya, hal tersebut justru membuat orang merasa “produk”nya tidak aman, banyak kenistaan dan malafid nan absurd.
    .
    Kesimpulan: kita semua punya kontribusi untuk agama, bangsa, dan dunia. Cuma, kapasitasnya mungkin beda-beda. Nah, alangkah baiknya bila kita mengoptimalkan kapasitas kita itu. Betul apa betul?
    .
    Bu, anakmu ini akan jadi orang besar…

    @Pramur
    Aku doakan jadi orang besar amiiin InsyaAllah, tapi jangan mengecilkan orang lain yaa…


  47. di/pada Maret 29, 2007 pada 2:19 pm Amd

    Sudah, hentikan saja debat dengan orang jahil itu!


  48. di/pada Maret 29, 2007 pada 2:22 pm Fadillah Soraya

    @Rajaiblis
    Bukankah banyak orang yg luas ilmunya tapi miskin amalan? ;)

    Waduh, moga ini perasaan saya aja.
    Tapi kok rasanya surat cinta bu Evy malah jadi arena “perang” lagi? :(

    Maafkan kami yg bandel2 ini ya, Buw..

    @Fadillah Soraya
    Ya sbnrnya enakan minum teh bareng dan diskusi yg jenak sambil saling menghargai pendapat masing2 :)


  49. di/pada Maret 29, 2007 pada 2:34 pm Kang Kombor

    Kalau postingnya seperti ini bukan lagi STW tapi TWBGT.

    @Kang Kombor
    TWBGT lak mbah2 kang :)


  50. di/pada Maret 29, 2007 pada 2:42 pm fertobhades

    akhirnya wordpress punya sosok seorang “ibu”….

    makasih bu atas nasihatnya….

    @Fertob
    sama2 mas…:)


  51. di/pada Maret 29, 2007 pada 3:20 pm mahendra

    Anto, emang kalo salafi dah djamin masuk surga ya ? dan bisa seenaknya ngomong…. Asssshhh persetan ilmumu, toh itu ngga tercermin dalam tulisan2 mu yang kasar


  52. di/pada Maret 29, 2007 pada 3:47 pm peyek

    waduh rek!!, menggeser medan perang!! dimana-mana komentar jadi medan perang, adu opini, & perang kitab.

    Saya jadi ingat tentang beberapa “penyakite ilmu” , gampang gak nerimo! & selalu ajak padu!,

    @Peyek
    Bukan perang, ini diskusi mudah2an, ilmu untuk memperkaya to pak?


  53. di/pada Maret 29, 2007 pada 4:36 pm Madsyair

    Saya kira, para blogger saling peduli dengan sesamanya. Mereka saling mengingatkan jika ada yang salah,saling berbagi pengetahuan,dan lain2. Tapi,caranya berbeda sesuai dengan karakter masing2. Bu Evy mengingatkan para blogger karena Bu Evy peduli,padahal kenal dekat mungkin tidak(apalagi sama saya:-))
    Meskipun berbeda pendapat mari tetap satu tekat.
    1.Saling berbagi kebaikan dan pengetahuan lewat blog.
    2. Sejahtera dunia akhirat.
    Salam untuk semua dari pemula

    @Madsyair
    Demi masa… (Al-Ashr..)


  54. di/pada Maret 29, 2007 pada 4:48 pm philips vermonte

    Ikut Tukul Arwana saja, berhenti kelahi yang nggak perlu, sekarang ‘kembali ke laaap-top!”

    @Philips
    ehmm mungkin tepatnya kembali ke Al_Quran dan Hadist


  55. di/pada Maret 29, 2007 pada 6:53 pm Arie

    Makasi banget atas nasehat mbak, moga aja doa mbak dikabulkan Tuhan, Amin.

    @Pak Arie
    Amin ya Robbal Alamin


  56. di/pada Maret 29, 2007 pada 8:45 pm Dimas

    Nasehat dari Hati Nurani yang Tulus
    Terima Kasih untuk Surat Cintanya Ibu :-)


  57. di/pada Maret 30, 2007 pada 1:03 am rajaiblis

    @Fadillah Soraya
    yg aLLah liat cuma amalan sholeh … ilmu yg bermanfaat !
    dan … bila diterjemahkan dalam BAHASA INDONESIA berarti banyak2 berbuat baik dan mampu mengaplikasikan LUASNYA ILMU ke dalam hidup sehari-hari !

    kalo dari pagi sampe pagi cuma kumpul2 … duduk2 … “MENYANYI” …
    lantas kapan berbuat baeknya !
    jangan berharap mampu berhubungan kepada sang khalik bila hubungan kepada sesama manusia masih amburadul !


  58. di/pada Maret 30, 2007 pada 2:16 am n0vri

    Iya nih, suka sedih kalo liat anak-anak muda yang berantem gak jelas gitu. Diskursus sih sah aja, cuma kalo sampe gontok-gontokan, kayaknya justru kontaproduktif. Mungkin karena masih muda, punya idealisme sekaligus egoisme yang snagt tinggi, jadi agak susah nerima kalo pendapatnya dibantah dengan keras.

    Mungkin memang kiamat sudah dekat, umat Islam semakin terkotak-kotak dalam firqah-firqah yang semakain tajam perbedaannya, kemudian terombang-ambing, bagai buih di lautan… wallahu’alam…


  59. di/pada Maret 30, 2007 pada 2:48 am joerig

    …”…Ironis dan Kronis, bukan mendapat sambutan baik dan dukungan, justru malah cemoohan, dibilang kasar, dibilang sok suci, dibilang aliran sesat, dan lain banyak sekali. Ada juga yang bilang: kita harus bisa berpikiran terbuka, melihat suatu masalah dari semua sudut pandang, jadi kita bisa memilih sikap yg “ngga merugikan”…. padahal nggak tahu apa yang diucapkannya….”…

    wih .. wih … ada apa ini.. ada apa ini …. (sambil joget-joget niru indra birowo)

    Bu, yg dimaksud anto itu aku ya ????…. yah… kena juga … :(


  60. di/pada Maret 30, 2007 pada 3:06 am antosalafy

    STOP! BACALAH http://alatsar.wordpress.com/2007/03/29/membungkam-si-jahel-wedehell/#more-77


  61. di/pada Maret 30, 2007 pada 3:36 am YaYaN

    wah salut aku dengan ibu ini…
    akhirnya ada juga yang berperan sebagai ibu para bloger …
    setuju aku bu… marahin aja anak-anak ibu yang suka saling menghujat di blognya itu…


  62. di/pada Maret 30, 2007 pada 4:32 am neri

    Baru aja bu Evy kasih nasehat (malah belum ilang pegelnya di jari2), tapi kok malah udah berantem lagi !@@$%@$#!@$
    Maklumlah bu, kan kebebasan ngomong baru aja ada di negeri ini, padahal pasal 28 udah ada dari jaman 45, hehehehe. Semoga semua cuma berniat melemparkan wacana, pendapat dan pemikiran mereka, tanpa ada niat memecah belah ummat. Salam kenal buat bu evy, blogger baru nih, baru 2 mingguan.


  63. di/pada Maret 30, 2007 pada 5:53 am -may-

    Mbak, aku nggak komentar yaaa… hehehe.. pingin liat aja skor akhirnya gimana ;)

    Sedikit rangkuman aja ;)
    Menurutku ada dua sumber utama masalah di dunia ini:
    1. Ketika sebagian orang sudah tidak mau mendengar omongan orang lain
    2. Ketika sebagian orang sudah mengklaim sebagai pemilik kebenaran mutlak, dan menafikan kebenaran yang diyakini orang lain.

    Masalah tambah besar ketika:
    1. Kebebasan diartikan sebagai bebas tak terbatas, sehingga tidak merasa perlu menyaring kata2 dalam mengungkapkan pendapat serta mengantisipasi bagaimana orang2 lain [yang berbeda dengan kita] menangkap apa yang kita gunakan.

    Cuma itu aja masalah di dunia ;) Termasuk dalam dunia blog ;)

    *eh, katanya nggak mau komentar, kok jadi panjang.. HAHAHAHA..*


  64. di/pada Maret 30, 2007 pada 6:39 am ndarualqaz

    heabuat, nembus angka 60-an komentnya


  65. di/pada Maret 30, 2007 pada 6:40 am neri

    Mbak May, mungkin inilah yg disebut sebagai “euforia kebebasan”


  66. di/pada Maret 30, 2007 pada 6:43 am manusiasuper

    Halah, di sini seru ta??

    Saya malah curhat-curhatan sama putrinya mba evy, siapa tau jodoh jadi mantu dokter gigi yang nyoba jadi hakim… :D :D


  67. di/pada Maret 30, 2007 pada 7:35 am Sugeng Rianto

    (***Tengok kanan-kiri, garuk2 kepala, mangut-mangut***)
    Hiks….komenku di urutan #67, nda pa2 khan bu. Lebih baik telat daripada tidak sama sekali :-)
    Begini sodara2….(**sambil melirik sodara2ku yg lg gontok2an**)
    anu….apa masing2 sudah pada merasa benar sendiri?! tolong dicatat yah, dah siap dengan pulpen dan kertasnya masing2 lom?, kebenaran mutlak adalah milik-Nya semata. bila kita memandang kebenaran dari sudut pandang kita masing2, tentunya kebenaran itu bersifat subjective. dan pada akhirnya kita sendiri yg merasa pualing benar.

    Analoginya begini: saya berdiri dalam satu ruang 3 dimensi, dan yang saling gontok2an ada di depan, belakang, sisi kanan, dan sisi kiri saya sbg object. Tentunya yg di depan saya akan melihat saya sbg object tentunya hanya akan melihat sisi depannya saja, tanpa utuh melihatku secara keseluruhan. pun Begitu pula mereka yang ada di sisi kanan, kiri, dan juga belakang saya. Begitulah esensi dari kebenaran itu sendiri. Bagaimana sodara2ku?! apa kalian merasa paling benar sendiri?! Ingatlah nasihat sahabat Ali RA : Sebelum menyalahkan orang lain, salahkanlah dirimu sendiri.

    Terimakasih buat bu Evy yg selalu mengingatkan kita2 yang muda2 ini. Pancen bener je, darah kami masih muda, masih suka emosian. Dinasehati malah gualak’e puoll!. Padahal yg menasehati orangnya baik hati sekali he..he..he….

    (***Kabur sambil bawa kertas contekan komen :lol: ***)


  68. di/pada Maret 30, 2007 pada 7:38 am ali301

    terlepas antosalafy kasar ato tidak sopan dst….relatif….gak usah diambil pusing…biasa aja friend…msh banyak yg lebih dari itu bahkan CULAS dan LICIK.
    Di dunia maya ini setidaknya dia tlh berhasil mengobarkan semangat yg menyala2, EKSPRESIF, DINAMIS!!! WAUUWWWW

    Jujur aja, saya sangat suka jenis orang yg spt ini (walaupun saya sendiri lemah lembut..kekekekekek), begitu juga dgn dalil2 yg dilontarkannya… saya terus nunggu dalil2nya, ternyata amat banyak yg baru saya ketahui selama ini

    Mudah2an muncul antosalafy2 yg laen……kalo kita hidup di jaman Rosul saw, mungkin beliau tersenyum…indah nian…sejuuuk

    PISSSSSS


  69. di/pada Maret 30, 2007 pada 8:07 am Suluh

    Ibu Evi yang gundah……..

    Semoga harapanmu terpenuhi, sebagaimana juga harapan saya….

    I absolutely agree with u

    Two Smile 4 U :) :)

    Haqiqie Suluh


  70. di/pada Maret 30, 2007 pada 9:07 am salafysalafasalafesalafusalafo

    Bu, numpang ya…
    dari blog wadehel nyasar ke sini…
    Antosalafy ini emang a*ji*g ya?
    Gak di sini, gak di sana
    Dimana2 cara ngomongnya gitu…
    Salaf…?
    Cuih cuih cuih…you better f*ck with your salaf!

    *ngisep2 ingus*


  71. di/pada Maret 30, 2007 pada 9:20 am [irwan]

    Seperti Antobilang (harus lengkap namanya takut ketuker) sudah lama saya juga resah.

    Baca postingan ibu saya merasa sejuk dan berharap ada yang dibukakan pintu hatinya menerima surat cinta ini, dan berhenti saling berbalas posting dan komen mengenai hal yang diperdebatkan.

    Berhenti, mengalah bukan berarti kalah, dan bukan berarti salah. Mungkin beberapa blogger justru akan menganggap pemenang bagi yang berhenti.

    Satu berhenti, mulai berdakwah dengan posting topik lain yang sejuk, yang lain bisa ikut berhenti karena tidak ada yang dilawan. Biar berhenti menggonggong dengan sendirinya.

    Saran yang tidak berbobot ini untuk kedua pihak.

    Saya tidak berada di pihak mana-mana.

    Prihatin juga perangnya malah pindah kesini. Mencoba menghindar blogwalking nyari topik lain juga susah, sebab posting2 ini menghiasi top blog, top post, top lainnya di dashboard wordpress.

    Semoga komen saya ini tidak menimbulkan perdebatan baru.

    Salam untuk ibu, salam untuk semua.


  72. di/pada Maret 30, 2007 pada 9:25 am antobilang

    # mas irwan
    saya ndak resah kok mas!

    *sambil nyembunyiin bom molotov di belakang punggung*

    …wekeke…

    ::::::::::::::

    wong saya ini orang bodoh, ndeso, nggak nyampe otaknya ngurusin orang sok bener gitu..
    mendingan saya ngurusin sholat saya yang masih sering bolong2…


  73. di/pada Maret 30, 2007 pada 9:37 am [irwan]

    |antobilang|
    Sori dunk, Amd ya yang resah. Kalo mas antobilang ini yang memancing di air keruh ya, jualan banner.

    Heuheu, saya ngutang bannernya ya :)

    Salam.


  74. di/pada Maret 30, 2007 pada 9:48 am antobilang

    :::::::: mas irwan ::::::::

    betul mas, kalau amed itu emang sering desah2 resah gitu, hehehe….

    hahaha, namanya juga mental kapitalis mas, jadinya bisa cuma mencari peluang dari setiap kesempatan.

    udah gitu kalau saya mau ikut2an ndak pantes mas katanya, ada yang bilang kalo semantik saya masih amburadul, wekeke….

    :::::::: banner saya silahkan diunduh, gratis, tanpa pungutan ::::::::


  75. di/pada Maret 30, 2007 pada 11:49 am nomercy

    membaca judulnya langsung alisku terangkat pasti…
    saat menggoda naluriku sebagai anak bangsa…
    berikut pula saat kubaca paragrap demi paragrap…
    adakalanya aku tersenyum…adakalanya juga aku miris…
    ngeblog diblok atau aku yang goblok…
    terkadang kita terikat dengan kata-kata, tanpa pernah sadar alam tumbuh bersinergi dengan gerak…
    terkadang semua gerak kita menjadi lumpuh, hanya bisa mendesah dalam kelunya lidah…
    begitulah kita…
    saat kita harus bersinergi dengan alam, kita hanya mampu berkata-kata tanpa dapat mengikutinya…
    saat kita hanya bisa berkata-kata itu pula, alam telah membuat kita menjadi tua dan renta…
    (diambil dari catatan harianku…)


  76. di/pada Maret 30, 2007 pada 12:32 pm santribuntet

    ah tiba-tiba aja aku cengeng
    inget ibuku dulu yang tengah menggeleng
    melihat tingkah anak-anaknya yang sableng
    saling tempeleng-menempeleng
    merebutkan nasi di kaleng
    padahal kalengnya cuma seng

    ah sejuknya nasehat ibu
    terkadang membawa surga dalam qolbu
    menyejuki setiap insan meski di dunia abu-abu
    begitulah seharusnya para ibu
    pantas saja ibu menggerutu
    melihat anak-anaknya berebut debu
    padahal debu tempat terakhir mengadu

    ah ibu semoga panjang kalbumu
    untuk tetap sejuk dalam setiap langkahmu
    doaku semoga tetap mencumbu
    dalam lautan maghfiroh ilahimu
    sepi sendu tangisku menderu…..


  77. di/pada Maret 30, 2007 pada 1:25 pm pushthebutton

    ah sayang, bu dokter kok pakai argumen “yg diinginkan MEREKA”. abstrak banget dan naif sekali maaaannn jika sedikit2 pakai istilah seperti itu. apa2 dibilang “ini keinginan si a si b si c” kupikir ini cermin kemalasan mengolah pikiran bu..


  78. di/pada Maret 30, 2007 pada 3:02 pm Luthfi

    aduh …. mendadak pusing …..

    Bunda Evy, bagusnya kotak komentarnya ditutup aja, sisain pingbacknya, kan seru ntar mainnya bukan komen2an, tapi trekbek-trekbekan :-)

    hihihihi ….
    hanya sekedar usul nakal ….

    *log out*


  79. di/pada Maret 30, 2007 pada 4:16 pm Evy

    @ Nomercy
    Boleh pinjem catatan hariamu, tulisanmu lembut sekali, hiks :(

    @Santribuntet
    Puisimu juga bagus, aku memang ibu2 bawel, maafin ibu klo ga sabar

    @Pushthebotton
    Apa aku mesti terangi siapa “mereka” itu? mesti disebutin satu2 siapa yg membenci Islam? Siapa yg ga suka Indonesia maju dan berusaha menggembosi perekonomian serta keamanan dan kehidupan yg tenang di Indonesia dengan memecah belah perbedaan? Ah coba ya anakku sayang..coba berfikir sedikit saja… jangan malas…dong cah bagus

    @Luthfi
    aku ga ngerti ping2 itu apa?


  80. di/pada Maret 30, 2007 pada 4:29 pm Evy

    BUAT SEMUAAAA
    kalau mau berantem jangan disini, cari lapangan sana… klo masih mau coment2 ga boleh ada kata kasar terhadap siapapun, kata mas Abu…, ini aku copy paste dari artikelnya beliau :

    “Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka
    Sebab petaka itu bergantung pada ucapan

    Nah tolong di terapkan, jangan hanya menjadi teori.. please…
    (buat wakil2 maafin kata2 kasarku ya… dilembutin gini : maaf pak jangan beli laptop, inget rakyat lapar… please..)

    Daaaah bubaar…kembali ke laaapp tooop

    With Love
    Evy


  81. di/pada Maret 30, 2007 pada 5:12 pm rizko

    saya tersinggung nih, karena perut saya juga buncit n mainin laptop, tapi ini beli sendiri lo bu hehehe bukan duit rakyat…


  82. di/pada Maret 30, 2007 pada 5:21 pm Anak Sultan

    setuju bu evy, jaga lidah tolong diterapkan. Kalau cara terpelajar ngga damai juga, diselesaikan cara barbar zaman kerajaan aja, cari lapangan luas terus berhadapan satu lawan satu, siapa yang kalah berjanji takluk kepada yang menang. Habis perkara.


  83. di/pada Maret 30, 2007 pada 8:22 pm deKing

    Maaf bu, anakmu ini baru sempat nyicipin “masakan” ibu lagi (kemarin2 hanya melihat saja) karena kemarin disibukkan dengan PR…takut distrap sich…
    Terima kasih Bu atas nasehatnya…
    Mengenai tulisan anakmu ini yg ditujukan utk Pak Kyai itu bukannya saya tidak mengindahkan nasehat ibu tetapi ini semata2 karena jiwa muda anakmu ini masih gampang memberontak… (lha masih seumuran Joe dan antobilang jé hehehe)
    anakmu ini masih terlalu emosional…lha beberapa hari kemarin pusing mikirin PR sekolah ech pas anakmu ini tanya sama Pak kyai malahan diacuhkan begitu saja…jadi tambah BT saja nich Bu..
    Maafkan anakmu yang bandel ini ya Bu…
    Maaf, anakmu ini mau mengerjakan PR lagi. Doakan ya bu…


  84. di/pada Maret 31, 2007 pada 12:30 am grandiosa12

    Maaf bu baru komen, hadir sih dari tadi. Santai2 aja lah. Ga usah terlalu dipikirin.


  85. di/pada Maret 31, 2007 pada 2:15 am endang

    dengerin tuh…yang ibu2 masak aja, buat kumpul2 yang positif dan ngomongin gimana menyatukan bangsa…weeeh…


  86. di/pada Maret 31, 2007 pada 4:51 am Jagalah Mulutmu supaya Tidak Sariawan « SENYUM itu SEHAT

    [...] 31st, 2007 by Evy Tulisan ini merupakan usul dari mas Antosalafy,  beliau menyarankan supaya aku menulis tentang sariawan. Ya deeh… seperti yang sudah-sudah aku berusaha memenuhi permitaan penggemar  tamu-ku. [...]


  87. di/pada Maret 31, 2007 pada 5:33 am passya

    biarin aja bu…..sekaligus tune up otak sebelum terjun ke kehidupan nyata….


  88. di/pada Maret 31, 2007 pada 6:51 am Bertemu Salafy, Bantai Salafy « The Satrianto Show!

    [...] Yeah, dokter gigi pribadi saya juga bilang gitu. [...]


  89. di/pada Maret 31, 2007 pada 9:52 am jejakpena

    telat deh jadinya, beberapa lama ga “jalan”, baru tau ada surat cinta dari Bu Evy…
    Duuh, ibu care banget ya, senang jadinya… :)

    Mudah2an ga berlarut – larut…
    Ga enak juga lihat misuh-misuhan kaya gitu kan ya… Pasti ada jalan
    *optimistic mode ON*


  90. di/pada Maret 31, 2007 pada 5:24 pm Sudah Basi, Jangan Memulai Lagi! « My Little Homeland

    [...] sampah. Masih mau berkomentar? Awas!!! anda berada di kategori sampah bukan di medan perang!. Jeritan mbak Evy seharusnya menggugurkan kehamilan komentar [...]


  91. di/pada Maret 31, 2007 pada 8:20 pm Akonx

    Satu yang pasti , Allah ingin agar umatnya saling mengasihi dan juga mengasihi Nya.

    Jadi otomatis kita udah berdosa nih pas gontok – gontokkan.

    ….

    * pikir sendiri harus gimana buat tobat *

    Peace ^^V


  92. di/pada April 1, 2007 pada 1:03 am yudhis

    sekarang sudah ronde berapa bunda? wakakakaka jadi ktawa ngakak.makin kesana.. si bunda makin males ngomentarinnya.wahhahahaha

    salam kenal bun! *masih ngakak*

    lucu lucuuu

    jenenge ae bocah2 … wakakakakka *padahal aku sik bocah :p* hihihi


  93. di/pada April 1, 2007 pada 3:49 am halludba72623

    wah bu… makasih atas suratnya…. lembut ya :)
    udah 2 minggu ga ol, jadi banyak cerita menarik yang terlewatkan… :)


  94. di/pada April 1, 2007 pada 7:48 am dewo

    Hemm… Memang harus ada yg menengahi.


  95. di/pada April 1, 2007 pada 11:19 am clukindahose

    udah pada dibor aja bu.. yang brantem-brantem..


  96. di/pada April 1, 2007 pada 11:57 am antobilang

    ayo..ayo..empat komentar lagi genap 100 komentar…
    ayo..ayo..


  97. di/pada April 1, 2007 pada 3:47 pm joesatch

    3 komentar lagi…


  98. di/pada April 1, 2007 pada 4:52 pm Sugeng Rianto

    Kowe salah to, kowe juga salah joe Halah melu2 sopo kuwi sing senenge nyalah2ke wong :lol: ….tinggal 2 comment koq …


  99. di/pada April 2, 2007 pada 1:19 am Evy

    Halah sudah2 Anto, Joe, Sugeng, tak tebleki siji2 engko… wis pindah ke warung-nya Anto saja yuuuk ayo mangan baksoooo…


  100. di/pada April 2, 2007 pada 3:11 am manusiasuper

    100!!!!!


  101. di/pada April 2, 2007 pada 3:15 am Biho

    101


  102. di/pada April 2, 2007 pada 4:23 am Who am I

    Satu | dari album dewa

    saat manusia “baku hantam” di kampung wadehel, amd, joesatch, evy, abu aqil, iblis hanya bisa terbahak sambil menyeruput cappuccino! mmhhhhh … yummy !
    hembusan sampoerna a mild mentol sesekali turut menimpali …
    whooaaa …
    l…


  103. di/pada April 2, 2007 pada 9:50 am Saya, Kita dan Keresahan Itu « All That I Can’t Leave Behind

    [...] yang putrinya sedang didekati seorang oknum bejat, ikut merasa resah membaca tulisan kami, dan berusaha mendamaikan. Terima kasih banyak, Bu. Sungguh saya tersentuh membacanya. Walaupun tanggapan yang diberikan [...]


  104. di/pada April 3, 2007 pada 12:46 am Raffaell

    Aku baru baca nih, ketinggalan berita, pertarungan yang seru…..dan surat cinta yang bagus!


  105. di/pada April 3, 2007 pada 1:27 am aLe

    Assalamualaikum…
    iBuk ku yag baek.. makasih ya surat cintanya…
    makasih juga uda mampir dan koment d tmpt aLe ^_^
    1. untuk wordpress emang blm ktmu cara masukin shoutbox…
    2. aLe ingin koment (mohon petunjuk jk salah)
    ‘Kebanyakan mental muslim di negeri ini cenderung lihat celah’
    *subyektif, tanpa survey yang legal dan tanpa persetujuan*
    kenapa saya bilang seperti ‘itu’
    sebaik apapun niat kita untuk mencoba mendamaikan sebuah ‘peperangan’, sebaik apapun usaha kita untuk men’cerah’kan pemikiran yang masih ‘gelap’ karena emosi. ternyata masih kalah dengan sebuah eGo untuk ‘tidak mau’ kalah.
    coba kita baca lagi surat cinta di atas dr iBuk ku.
    baca dengan hati cerah, fikiran positif dan penuh kedamaian.
    kenapa harus ada koment yang tidak enak dari seseorang yang ber’akal’ J**C*K [sensor dan sengaja diperburam] kepada iBuk ku yang dengan penuh cinta menulis surat ini.
    Ada juga yang bilang
    ‘profilnya asli, alamat lengkap, gak takut’ (kira2 seperti itu)
    emang kenapa klo asli, klo kita berbuat baik (wlpn sbyktif) gak akan ada masalah dan gak ada alasan untuk kita merasa takut.
    Masalah aLe bilang ada seseorang yang ber’akal’ J**C*K
    jika anda merasa sebagai orang yg tertuduh, silahkan ke Malang jika tdk terima dengan aLe. ‘terserah mau minta seperti apa’
    *haha… sok hebat dan tdk takut di bunuh*
    dengan catatan:
    Jika anda benar2 melayani tantangan aLe ut ke Malang,
    berarti anda memang benar2 msh di elimuti oleh ‘gelap’ krn ‘emosi’. dan orang yang seperti itu TIDAK termasuk orang2 yang akan aLe layani.
    *tambah bingungin gt sih Le?*
    Biarin, yg masih katrok gak mungkin faham dengan koment aLe.
    *kok sombong gt sih km Le, msh baru km Le disini*
    Trus knapa klo gt?
    asal tahu aja, aLe orang yg paling gak bs berkelahi, jd jika ditantang kontak fisik aLe ngaku KALAH aja. Suer!! tp jika tetep ngotot aLe harus celaka dan berdarah2 aLe tantang dengan cara aLe.
    Silahkan Pilih. Kita saling serahkan :
    1 helai rambut dg hasil ‘Muntah darah, masuk rumah sakit’
    2 helai rambut dg hasil ‘Opname, koma selama 1 bulan’
    3 helai rambut dg hasil ‘bulan pertama Struk, bulan kedua sekarat’
    *wah beneran nih Le, emang km bisa gituan?*
    trserah klo g percaya, biarin jg ntar ada yg bilang ini cara sesat,
    buat iBuk ku evy yg selalu ngajak kita untuk tersenyum dan sehat,
    mohon maaf jika aLe ’seolah-olah’ emosi ya Buk.
    Suer!! aLe hanya gak terima dengan yg koment ‘gak enak’ kepada iBuk yg sebenarnya klo di fikir dengan ‘akal’ sehat dan waras, artikel bertajuk surat cinta ini benar2 mengajak kita untuk berdamai, eh malah koment gak enak gt.
    uda gt g ‘mikir’ klo iBuk tuh seorang wanita, seseorang yg berperasaan selembut itu harus disentuh dengan koment yg sangat tajam.
    Woi J**C*K koen!!
    Sekian!
    nB: sekali lagi buat iBuk ku tlng koment aLe di acc aja, jgn di hapus.
    biar semua orang tahu klo iBuk kita punya Laskar dari Malang!
    buat yang baik dan ber’akal’ sehat salam damai dr aLe.
    aLe datang tidak untuk cari musuh,
    aLe datang utk perkuat tali silaturahim. Peece full!

    Wassalamualaikum…


  106. di/pada April 3, 2007 pada 2:47 am sufehmi

    Buat Lita:
    Nggak ada yg ngasari tuh! Perasaan nih! Kalau tampak kasar ya dimaafin.

    *geleng-geleng kepala* ini da’i atau preman sih. Setuju dengan Lita.

    Salut untuk bu Evy yang sudah mau bersabar. Mudah-mudahan kita semua bisa meniru bu Evy ya.

    btw; kalau diskusi agama, sepertinya memang emosi musti dibuang jauh-jauh. Sometimes I wished that I’m a vulcan.


  107. di/pada April 3, 2007 pada 5:19 am lambrtz

    salam kenal bu evy (saya pernah kasih komen di sini belum ya? hehehe)
    saya mengerti gimana rasanya seorang ibu kalo anak2nya bertengkar
    tapi saya juga mengerti darah anak muda (smells like teen spirit yeah) yang idealis
    makanya saya sebagai anak muda yg ga ikutan debat itu
    mengajak orang2 abstain lainnya
    ke luar negeri aja yok!
    (maksudnya apa ya…hehehe:) )


  108. di/pada April 3, 2007 pada 4:15 pm jejakpena

    yaaaa… Seratus Delapan??!!
    Really ?

    :D
    Surat cintanya benar-benar ya Bu…


  109. di/pada April 4, 2007 pada 12:53 am masagielmuna

    Waduh telat banget
    Dah ah ga komen, isi absen aja *Kecapean baca komen*


  110. di/pada April 4, 2007 pada 2:43 am Evy

    Mohon maaf coment di artikel ini aku tutup untuk mencegah hal2 yang tidak diinginkan dan meluasnya masalah, terimakasih atas perhatiannya :)


  111. di/pada April 4, 2007 pada 11:36 am Mana Yang Lebih Layak Untuk Dibenci? Komunisme Atau Kapitalisme? « Generasi Biru

    [...] sebenarnya untuk beberapa saat ini saya sudah sudah kehabisan ide untuk menulis, namun sebuah surat cinta telah menggugah saya untuk mengenang kembali semua tema revolusi dan konteks kekirian yang selama [...]


  112. di/pada Oktober 23, 2007 pada 7:15 am Antara Pragmatisme dan Semangat Menulis « sora-kun.weblog()

    [...] tentang bahasa Jepang, tutorial Photoshop, ataupun yang lainnya yang saya kuasai — seperti saran pemberian Mas Antosalafy buat Bu Evy saat berlangsungnya [kasus ini]. Toh jauh lebih mudah kalau begitu. Saya senang, dan [...]


  113. di/pada November 8, 2007 pada 3:38 am Siapa itu Antosalafy? « All That I Can’t Leave Behind

    [...] 13. Anehnya di posting tertentu justru tidak berani menampakkan batang hidungnya komen? 14. Moody, kasar dan gampang merajuk bahkan sempat berniat menutup blog dan membuat blog baru. 15. Mendukung fitnah. [...]


  114. di/pada November 9, 2007 pada 2:46 pm Antosalafy : Badut Wordpress !!! « Mengapa begini ? Mengapa begitu ?

    [...] Sikapnya kasar berjiwa iblis yang bersifat kanibal [...]


  115. di/pada November 12, 2007 pada 12:52 pm Salafy Manhaj Salaf = Produk Zionis dan Kriminal ??? « Mengapa begini ? Mengapa begitu ?

    [...] telah melakukan pembodohan terhadap umat islam dan memberikan kesan bahwa Islam adalah agama kasar, kolot yang cenderung anti emansipasi, berjiwa kriminal, terkebelakang  dan anti ilmu pengetahuan. [...]


  116. di/pada Desember 21, 2007 pada 3:59 am Salafy Manhaj Salaf = Produk Zionis ??? « Mereka Bicara Salafy

    [...] telah melakukan pembodohan terhadap umat islam dan memberikan kesan bahwa Islam adalah agama kasar, kolot yang cenderung anti emansipasi, berjiwa kriminal, terkebelakang  dan anti ilmu pengetahuan. [...]


  117. di/pada Desember 24, 2007 pada 10:51 am Siapa itu Antosalafy? « Mereka Bicara Salafy n Wahabi

    [...] 13. Anehnya di posting tertentu justru tidak berani menampakkan batang hidungnya komen? 14. Moody, kasar dan gampang merajuk bahkan sempat berniat menutup blog dan membuat blog baru. 15. Mendukung fitnah. [...]


  118. di/pada Januari 10, 2008 pada 2:32 pm Saya, Kita dan Keresahan Itu « All That I Can’t Leave Behind

    [...] dan berusaha mendamaikan. Terima kasih banyak, Bu. Sungguh saya tersentuh membacanya. Walaupun tanggapan yang diberikan sungguh menyedihkan dan justru memicu “perang” [...]



Komentar telah ditutup

  • Hallo Tamuku

    Semua Blogger Basodara EMERGENCY LINE : 021-71503010

    Terimakasih kunjungannya, disini kita bisa ngobrol2 tentang Penyakit GIGI dan MULUT, silahkan baca dulu di tag KESEHATAN, bila ada pertanyaan, mohon ditulis di DISCUSSION. Mohon dijawab juga SURVEY, semoga betah

    CLEFT INFO, CLICK THIS!!

    Share Your Smile

  • meet me in other site!

    ... omaigat ...
  • SURVEY Please

    Alasan Segan ke Dokter Gigi
    1) Takut di suntik
    2) Takut dengar suara bor
    3) Takut sama alat2nya
    4) Takut sama dokternya
    5) Takut sama ruangannya
    6) Takut tertular penyakit
    7) Mahal
    8) Tidak takut

    View Results
    Make your own poll
  • Sharing

    dokter

    Special thank's for Anto

  • a

  • Ukiran jemari temanku

    indria di Kucoba Mengukir Kembali Senyum…
    iinapriyanti di DISCUSSION
    ratna di Nafas naga yg bikin klenger…
    ratna di Nafas naga yg bikin klenger…
    ratna di Nafas naga yg bikin klenger…
  • Ukiran jemariku…

    • Mohon Maaf Lahir Bathin
    • Jangan Dustakan Agama…
    • INFO BAKSOS BIBIR SUMBING
    • Dampak Lingkungan Terhadap Kesehatan
    • Dengue Keparat…!!!
    • Bagi Senyum di Kediri,Khusyu dan Telur Asin
    • Miskinnya MORALMU Anak MUDA
    • Surga di Awang-awangmu
    • Rahang RONTOK akibat Gigi BUSUK
    • SeLAmaT TAHUN BaRu 2008
  • Asal yang ikutan senyum

  •  

    Maret 2007
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Blog pada WordPress.com.

Tema: Mistylook oleh Sadish