Sore tadi jam 4 pm..dari jendela kamar kulihat Fadhil turun dari bis kuning, bis sekolah yang membawanya setiap hari…kaki kecilnya berlari dengan lincah…menembus gundukan salju yang menggunung… di pinggir side walk…
Dingdong…helloo mom…I made something special for you today… let see… gimme your hand mom I will put it on… (ehmmm.. how gentle he is…). How do you like my bracelet mom..? Yes I love it Fadhil…, Thank you so much… kataku terharu sambil memeluknya… So please keep it forever mom…I am glad you like it, I made it just for you… Yes I will, thank you honey, I love you…
Jadi inget , belasan tahun lalu, waktu dapet gaji pertama hasil keringat (ku), darah(pasien) dan airmata(Riri), sebagai dokter puskesmas di Kaltim sono, waktu itu Riri baru 3 bulan… begitu dapet gaji… aku langsung ke pasar membeli sebuah cincin berlian…wuiih berlian Kalimantan.. dengan niat kuberikan buat ibuku tersayang…trus waktu papanya Riri nengok ke Kaltim, cincin itu aku kirim ke Jakarta dengan penuh rasa bangga… but then …wiss ga usah mikiri ibu…ibu khan udah dibeliin bapak…buat kamu ajaa… betapa kecewanya aku saat itu… aku merasa pemberianku tidak begitu berharga (off course she didn’t mean that way ….she just want me to take care of my self…). Belajar dari pengalaman itu, I will keep all my kids made for me.
Seringkali kita menilai pemberian dari sisi materi, …kasarannya harga pemberian itu dalam rupiah maupun dollar. Malah pernah ada temen jaman kuliah di Bandung dulu, sengaja ngajak jalan ke mall dia ngecek2 harga barang tapi ga beli…,tanya mengapa? Dia bilang abis di kasih pacarnya dan mau tahu harganya…oalah… kok yo repot2 to yo…..???
Suatu hari pulang dr Congress di Korea, aku kasih souvenir ke staf RS…. komentarnya.., wah ini baru oleh2 kalau dokter X mah pulang dari luar negeri cuman bawa gantungan kunci… weleh2…, rasanya kuping gatel, mata berkunang2, mulut perot2.. udah mau ngomel…(dia ga tahu kalung itu juga seharga gantungan kunci cuman aku aja nyarinya njlimet obok2 pasar). Coba kalau saja si penerima ini menilai sebuah pemberian dari sisi si pemberi? Betapa dia sudah bener2 tulus ikhlas memikirkan, membuat atau mencarikan, menyisihkan waktu, tenaga atau uangnya… bahkan kepentingannya sendiri… ?
Lha pemberian ini juga ga mesti dalam bentuk materi lho…, shoulder to cry on (mana nangisnya sampe meler2 umbele…), pertolongan, doa, perhatian, nasehat, bantuan, bahkan ilmu… malih eling… jaman mokong2e di SMA pada saat guru ngajar… aku bukan tipe rajin seperti temanku Dodi di kelas milih duduk di pojok dan asyik moco Ko Ping Ho….(kecanduan sih…). Pas kuliah masih di terus2in sampe di lempar kapur sama dokter Sam’an (maaf ya Dok…, tapi lemparannya kok jitu juga…hehehe). Begitu ngasih presentasi baru nyahoo… (maafin guruku…hiks kualat aku..) kudu nyiapin bahan….bikin makalahnya, bikin power point… klo di US sih mending pasti banyak pertanyaan…, tapi klo di Indo presentasi ga ada yg nanya, antara ga ngerti atau udah paham, ga jelas… yang jelas biasanya pada duduk di belakang dan asyik ngobrol sendiri klo di seminar2 itu.
Ya begitulah kebanyakan orang menilai suatu pemberian…sering kali menyepelekan….tanpa melihat segi “LOVE, CARE and THOUGHTFUL” yang lebih besar… anyway I am the most lucky mom in the world, I have a nice bracelet and I have a gentleman boy and his nice sister…Alhamdulillah… upps…they are not mine off course… but I am glad You trust me to take care of them… in fact they do take care of me….








Saya ngga ikut nyepelekan koq.
Oleh-olehnya mana ?
Ya deh.. nanti klo pulang dikirimin oleh2nya ke Samarinda pak…? Yang paling ngetop di tempat saya dan di Kaltim ga ada ya..saljunya…he..he..he.. harus pake termos bawanya…
assalamualaikum wr wb..
ajarkan dia AGAMA….
pemberian dari hati akan sampai ke hati jua. tapi terkadang hati orang lain menutup diri dari sinyal hati yang kita kirimkan-ntah karena apa-, padahal kita telah memberikannya sesuatu itu dengan sepenuh hati. Rasulullah sendiri menasehati untuk saling memberi hadiah agar tumbuh persaudaraan yang kuat diantara sesama, tak pandang betapa mahal atau murahnya hadiah itu.
semoga saya dapat menghargai pemberian orang lain, betapapun kecilnya hal itu.. ayo, ada yang berminat mengirimkan saya hadiah
)
Ichsan,
Kamu sudah menghadiahi saya ilmu yang bermanfaat, InsyaAllah akan menjadi keberkahan buatmu juga, Amien, ini doaku untukmu
halo epy, ajarin aku masalah “Bagaimana Cara Berteman Yang Baik, Yang Gak Ganggu Keluarga Orang, Dan Menghilangkan Sifat Bohongku (Ngadalin Konco Dewe)”…… wakakakakakakka
@kadal
Cara berteman yang baik eh kebetulan ada temen yang baru kasih aku pencerahan di YM-ku
“Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu…moga hati kita dipertautkan karenaNya”, semoga bermanfaat buatmu..
bohong itu liku2 hidup, meskipun menyakitkan orang lain, kalau sudah bawaan…….enjoy aja
makanya ajarin aku supaya gak boong
@Dimensia=kadalsia
Orang suka bohong kalau keseringan memang jadi tidak sadar sendiri kalau dirinya berbohong atau mungkin ada kelainan jiwanya ya… tapi aku ga begitu paham hal ini coba nanti tanya ke teman yang phsycolog. Kalau supaya ga bohong jd kebiasaan ya harus ditanamkan dari kecil, bohong kadang merupakan suatu mekanisme pertahanan jiwanya yang lemah…jadi dari kecil harus dibikin kuat…eh bener khan?
CINTA merupakan ibarat condongnya hati terhadap sesuatu yg amat terasa keindahannya. kalo condongnya hati terlalu kuat dan menggebu-gebu, artinya sdh sampai tingkat RINDU . Rasa itu mampu membawa sesorang menjadi budak bagi yg di CINTAI. Bahkan membelanjakan semuanya demi yg di CINTAI . Apa yg sudah kt punya tanpa ada CINTA dan kejujuran merupahkan hal yg HAMPA dlm hidup ini??